Gawat, IMF Sebut Resesi Eropa Bakal Parah Akibat Embargo Gas Rusia

Ilustrasi pasokan gas. (Reuters/Rusia)

Editor: Yoyok - Rabu, 20 Juli 2022 | 10:00 WIB

Sariagri - Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan embargo gas alam Rusia akan menyebabkan resesi mendalam di Hongaria, Slovakia, Republik Ceko, dan Italia kecuali negara-negara dapat bekerja sama lebih banyak untuk berbagi pasokan alternatif.

“Beberapa negara dapat menghadapi kekurangan sebanyak 40 persen dari konsumsi gas normal mereka jika terjadi penghentian total gas Rusia,” tulis peneliti IMF dalam sebuah posting blog seperti dikutip Reuters, Selasa (19/7).

Hongaria akan paling menderita secara ekonomi dari embargo semacam itu, dengan pengurangan lebih dari 6,0 persen dalam produk domestik bruto, sementara Slovakia, Republik Ceko dan Italia dapat melihat PDB menyusut sebesar 5,0 persen jika pasokan gas alternatif, termasuk gas alam cair, terhambat dari mengalir bebas ke tempat yang dibutuhkan.

Di bawah skenario yang lebih optimis dari pasar yang terintegrasi penuh, kerusakan ekonomi berkurang, dengan Hongaria melihat pengurangan PDB lebih dari 3,0 persen, Slovakia dan Italia menderita pengurangan PDB lebih dari 2,0 persen dan PDB Republik Ceko menyusut kurang dari 2,0 persen.

PDB Jerman akan menyusut dengan kisaran 2,0 persen yang tinggi di bawah skenario yang lebih mengerikan dan lebih dari 1,0 persen di bawah skenario yang lebih optimis, karena akses ke sumber energi alternatif dan kemampuan untuk menurunkan konsumsi.

Tetapi aktivitas ekonomi Jerman dapat dikurangi sebesar 2,7 persen pada tahun 2023, dengan harga gas grosir yang lebih tinggi mendorong inflasi Jerman naik 2,0 poin persentase lagi pada tahun 2022 dan 2023.

Baca Juga: Gawat, IMF Sebut Resesi Eropa Bakal Parah Akibat Embargo Gas Rusia
Harga Minyak Melonjak ke Posisi Dua Pekan, Pasar khawatirkan Pasokan Ketat

Para peneliti IMF mengatakan infrastruktur Eropa dan pasokan global telah diatasi sejauh ini, dengan penurunan 60 persen dalam pengiriman gas Rusia sejak Juni 2021. Total konsumsi gas pada kuartal pertama, di mana Rusia meluncurkan invasi ke Ukraina, memicu sanksi ekonomi Barat, adalah turun 9,0 persen dari tahun sebelumnya, dan pasokan alternatif sedang dibuka, terutama LNG dari pasar global.

"Pekerjaan kami menunjukkan bahwa pengurangan hingga 70 persen dalam gas Rusia dapat dikelola dalam jangka pendek dengan mengakses pasokan alternatif dan sumber energi serta mengurangi permintaan dari harga yang sebelumnya tinggi," kata para peneliti itu.

Video Terkait