Ahli Sebut Ini 3 Kebijakan Komprehensif Atasi Masalah BBM Subsidi

Ilustrasi aplikasi MyPertamina. (Antara)

Penulis: Arif Ferdianto, Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 3 Agustus 2022 | 19:45 WIB

Sariagri - Pengamat Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi mengatakan bahwa untuk mengurangi beban subsidi dan kompensasi terhadap bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, perlu ada tiga kebijakan komprehensif yang perlu diterapkan pemerintah secara bersamaan.

Pertama, kata dia, yakni sudah dilakukan oleh Pemerintah melalui Pertamina dimana menaikan harga BBM non subsidi mulai dari level Pertamax, Pertamax turbo, dan Dexlite.

“Menurut saya itu kebijakan yang tepat dan sebetulnya itu merupakan corporate action dari Pertamina untuk menetapkan harga sesuai dengan harga keekonomian,” ujarnya saat dihubungi Sariagri.id, Rabu (3/8).

Kedua, lanjut dia, adalah pembatasan subsidi agar BBM yang disalurkan tepat sasaran. Namun, kata dia, instrumen yang dilakukan pemerintah dalam pembatasan ini dengan menggunakan aplikasi MyPertamina merupakan kebijakan yang tidak tepat.

“Itu tidak bisa mencapai tepat sasaran, bahkan terjadi ketidakadilan karena misalnya kemarin dilaporkan ada pemilik mobil Pajero di bawah 1.500 cc itu bisa beli Pertalite, sementara ada orang yang memiliki mobil tua di atas 2.000 cc tapi orangnya miskin tidak bisa beli, ini kan tidak adil,” jelasnya.

Menurutnya, BBM jenis Pertalite dan Solar sebaiknya diperuntukan bagi kendaraan sepeda motor dan angkutan umum saja. Hal ini, kata dia, akan lebih mudah diterapkan dengan hanya merubah Peraturan Presiden (Perpres).

“Ketiga yang harus dilakukan adalah menghapus Premium, Premium meskipun sudah dibatasi hanya di luar JAMALI (Jawa, Madura, Bali) itu impor subsidinya cukup besar. Kalau itu dihapus maka akan mengurangi subsidi tadi, berulang kali pemerintah hanya wacana untuk menghapus premium tapi tidak punya nyali untuk menghapusnya,” tegasnya.

Baca Juga: Ahli Sebut Ini 3 Kebijakan Komprehensif Atasi Masalah BBM Subsidi
Subsidi Membengkak Gara-gara BBM, Begini Jurus Pemerintah

Lebih lanjut dia menambahkan bahwa jika ketiga kebijakan komprehensif tersebut diterapkan secara bersamaan maka bisa mengurangi beban subsidi hingga 50 persen.

“Sebaiknya Pertamina batalkan saja itu, pembatasannya tetap dilakukan tetapi jangan menggunakan MyPertamina,” tandasnya.

Video Terkait