Harga Minyak Melemah, Imbas Kekhawatiran Resesi Tekan Permintaan

Ilustrasi - Ladang minyak BP Eastern Trough Area Project (ETAP) di Laut Utara, sekitar 100 mill dari Aberdeen Skotlandia. (Antara/Reuters/Andy Buchanan/am).

Editor: Yoyok - Senin, 8 Agustus 2022 | 10:30 WIB

Sariagri - Harga minyak melemah pada Senin (8/8) pagi, melayang di dekat posisi terendah multi-bulan, karena kekhawatiran resesi memukul prospek permintaan, dan data menunjukkan pemulihan yang lambat dalam impor minyak mentah China pada bulan lalu.

Reuters pada pukul 07.30 WIB melaporkan harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, turun 74 sen atau 0,8 persen menjadi 94,18 dolar AS per barel.

Harga front-month mencapai level terendah sejak Februari pekan lalu, jatuh 13,7 persen dan membukukan penurunan mingguan terbesar sejak April 2020.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, berada di posisi 88,34 dolar AS per barel, melorot 67 sen atau 0,8 persen,memperpanjang kerugian setelah penyusutan 9,7 persen pekan lalu.

China, importir minyak mentah utama dunia, mengimpor 8,79 juta barel per hari (bph) minyak mentah pada Juli, naik dari level terendah empat tahun pada Juni, tetapi masih 9,5 persen lebih rendah dari tahun lalu, menurut data bea cukai.

Pabrik penyulingan China mengurangi stok di tengah harga minyak mentah yang tinggi dan margin domestik yang lemah bahkan ketika ekspor keseluruhan negara itu mendapatkan momentum.

Mencerminkan permintaan bensin Amerika yang lebih rendah, dan karena strategi nol-Covid China mendorong pemulihan lebih jauh, ANZ merevisi turun perkiraan permintaan minyaknya untuk 2022 dan 2023 masing-masing sebesar 300.000 bph dan 500.000 bph.

Permintaan minyak untuk 2022 sekarang diperkirakan naik 1,8 juta bph (year-on-year) dan menetap di 99,7 juta bph, sedikit di bawah level tertinggi sebelum pandemi, kata bank tersebut.

Ekspor minyak mentah dan produk minyak Rusia terus mengalir meski ada embargo dari Uni Eropa yang akan berlaku pada 5 Desember.

Baca Juga: Harga Minyak Melemah, Imbas Kekhawatiran Resesi Tekan Permintaan
Minyak Turun di Bawah 100 Dolar per Barel, Resesi Bisa Hambat Permintaan

Di Amerika Serikat, perusahaan energi memangkas jumlah rig minyak paling banyak minggu lalu sejak September, penurunan pertama dalam 10 pekan.

Sektor clean energy Amerika mendapatkan dorongan setelah Senat, Minggu, meloloskan RUU senilai 430 miliar dolar AS untuk memerangi perubahan iklim, di antara sejumlah isu lainnya.

Video Terkait