Ini 4 Keuntungan Membeli Mobil Listrik

Ilustrasi mobil listrik. (Lifepal)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:15 WIB

Sariagri - Mobil listrik di Indonesia, kian populer seiring dengan kesadaran masyarakat saat ini untuk hidup dengan gaya hidup ‘go green’ yang semakin tinggi.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri otomotif telah melalui lebih banyak perubahan, salah satunya dengan kehadiran mobil listrik yang yang tampaknya akan membuka jalan menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan.

Meningkatnya tren pemakaian mobil listrik di Indonesia juga didorong dengan adanya dukungan dari pemerintah karena diyakini akan mengurangi pencemaran lingkungan dan menghemat energi, juga menghemat pengeluaran biaya operasional, baik secara individu ataupun pengeluaran daerah dan negara.

Dukungan tersebut mulai dari pemberlakuan insentif pajak kendaran listrik hingga keringanan biaya pengisian listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Sedangkan di sisi konsumen, lonjakan dari kenaikan harga BBM juga menjadi salah satu dorongan utama dari masyarakat untuk mempertimbangkan memiliki kendaraan listrik.

Jika Sobat Agri ingin atau sedang mempertimbangkan memiliki mobil listrik, berikut penjelasan dari Benny Fajarai, Co-Founder dari Lifepal.co.id.

Ini 4 Keuntungan Beli Mobil Listrik:

1. Bebas dari aturan ganjil-genap

Selain insentif PPnBM mobil listrik, pemerintah juga memberikan kebebasan mobil listrik dari aturan ganjil-genap di Jakarta. Salah satu alasan diberlakukannya ganjil genap adalah mengurangi pencemaran udara yang sangat parah, selain untuk mengurangi kemacetan.

Karena mobil listrik tidak menyebabkan polusi, maka mobil listrik bebas ganjil genap dan dikecualikan. Ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong semakin banyak masyarakat yang memakai mobil listrik. Sehingga, pemilik mobil bisa bebas bepergian ke mana pun tanpa takut terkena sanksi dan tilang saat melintasi ruas jalan Jakarta yang sedang menerapkan aturan ganjil-genap.


2. Bebas pajak balik nama kendaraan

Keuntungan lainnya yang diberikan bagi pemilik mobil listrik adalah pembebasan pajak balik nama mobil. Keputusan ini diumumkan seiring berlakunya Undang-Undang Nomor 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah atau UU HKPD.

3. Ramah lingkungan

Kadar emisi mobil listrik sangat rendah dibanding mobil-mobil konvensional yang banyak digunakan sehari-hari di jalanan tanah air. Hal ini membuat mobil listrik lebih ramah lingkungan dan hemat bahan bakar. Dengan demikian, penggunaan mobil listrik di jalanan perkotaan akan lebih efisien dan hemat biaya.

4. Suku cadang lebih sedikit

Sama halnya dengan mobil berbahan bakar bensin, mobil listrik juga perlu membutuhkan perawatan secara berkala. Namun, perawatan mobil listrik lebih mudah dibanding mobil konvensional karena mobil listrik memiliki jumlah spare part atau suku cadang yang lebih sedikit.

Tentunya jumlah suku cadang atau spare part mobil yang sedikit ini, membuat biaya servis mobil listrik jauh lebih murah bahkan beberapa perusahaan mobil memberikan layanan servis gratis bagi pemilik kendaraan mobil listrik. Hal ini berbeda dengan biaya servis mobil konvensional yang lebih kompleks karena punya suku cadang yang lebih banyak.

“Membeli mobil listrik bukan berarti kita bisa bebas dalam berkendara sehari-hari. Tetap sama dengan mobil mobil bermesin konvensional bersistem pembakaran internal, dimana setiap pemilik mobil juga perlu memikirkan risiko-risiko yang nantinya bisa terjadi selama berkendara, seperti risiko tergores, tertabrak, hingga kecelakaan parah. Risiko-risiko semacam itu pastinya akan menyebabkan kerusakan pada bodi dan cat mobil. Untuk melindungi Anda dari besarnya biaya perbaikan dan perawatan mobil saat berkendara jangan lupa menggunakan asuransi kendaraan listrik Anda, karena asuransi dapat memberikan perlindungan secara finansial, tentunya hal ini dapat membuat dana tabungan dan investasi tetap aman.” tutup Benny.

Video Terkait



Baca Juga: Ini 4 Keuntungan Membeli Mobil Listrik
Subsidi Energi Bisa Naik 5 Kali Lipat, Kompensasi BBM dan Listrik Rp293 T