Menkeu Tambah Subsidi, Pertamina Diminta Kendalikan Konsumsi Pertalite

Pertalite sulit ditemukan di sejumlah SPBU di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat lebih dari sepekan terakhir. (Sariagri/Rifky Junaedi)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 12 Agustus 2022 | 14:45 WIB

Sariagri - Pemerintah telah menambah anggaran subsidi energi, termasuk untuk bahan bakar subsidi Pertalite. Namun, Pertamina diminta mengendalikan volume pasokan RON 90 ke pasar agar tidak melebih kuota.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkap bahwa per akhir Juli 2022, volume penggunaan Pertalite dperkirakan mencapai 28 juta kiloliter. Padahal jatah subsidi yang diberikan untuk sepanjang 2022 adalah untuk 23 juta kiloliter.

Lonjakan volume ini mengakibatkan jumlah subsidi Pertalite meningkat tajam dan semakin membebani APBN. Pada saat yang sama harga minyak mentah dunia juga naik hingga melebih patokan APBN yakni USD100/barrel, sementara nilai tukar rupaih yang hampir Rp15ribu/USD1 juga melampaui target APBN.

Baca Juga: Menkeu Tambah Subsidi, Pertamina Diminta Kendalikan Konsumsi Pertalite
Anggaran untuk ‘Shock Absorber’ Rakyat Capai Rp221 Triliun per Juli 2022

"Kondisi APBN hingga akhir Juli memang masih bagus, bahkan surplus. Namun tagihan atas peningkatan volume BBM bersubsidi dan selisih nilai tukar yang terus meningkat membebani APBN pada semester dua tahun ini," papar Sri Mulyani.

Penambah nilai subsidi energi yang saat ini sebesar Rp592 triliun dituangkan dalam Perpres 98/2022. Penambahan subsidi tersebut untuk mencegah kenaikan gas Elpiji 3kg, Tarif Dasar Listrik (TDL) dan Pertalite.

Video Terkait