Mengeringnya Sungai Rhine Mengancam Pasokan Energi Eropa

Sungai Rhine. (Foto: Wikimedia Commons)

Editor: Putri - Jumat, 12 Agustus 2022 | 19:00 WIB

Sariagri - Sungai Rhine di Eropa akan menyusut ke tingkat berbahaya yang dapat menjungkirbalikkan perdagangan bahan bakar di seluruh Eropa. Kekeringan parah di Eropa membuat Sungai Rhine berpotensi beriak selama berbulan-bulan.

Ketinggian air di Kaub, titik jalan utama di barat Frankfurt, menembus 40 cm. Kedalaman tersebut terus menyusut di hari-hari berikutnya, menurut data pemerintah Jerman.

Mengutip Bloomberg, Jumat (12/8/2022), Sungai Rhine digunakan sebagai sarana untuk mengirimkan berbagai barang mulai dari bahan bakar hingga bahan kimia, produk kertas hingga biji-bijian.

Kekeringan di Eropa memperburuk krisis pasokan energi di Eropa setelah invasi Rusia ke Ukraina. Krisis energi dan pangan juga membuat biaya bisnis melonjak, merusak upaya untuk menjinakkan inflasi.

Perdagangan 400.000 barel produk minyak per hari dapat terganggu akibat mengeringnya Sungai Rhine. Sungai ini membentang di sepanjang wilayah Amsterdam-Rotterdam-Antwerp melalui Jerman ke Swiss, menurut Facts Global Energy.

Air dangkal membuat kapal tidak dapat melaju dengan baik. Hal tersebut mempengaruhi lalu lintas Sungai Rhine. Level air Sungai Rhine di Kaub berada pada level terendah sejak 2007.

Pilih Jalur Kereta

Pembuat bahan kimia BASF SE menggunakan jalur kereta untuk mengangkut barang. Mereka juga telah memesan tongkang untuk air dangkal Meskipun tidak ada dampak saat ini, pihak perusahaan mengatakan tidak dapat mengesampingkan pengurangan produksi untuk beberapa pabrik dalam beberapa minggu mendatang.

Utilitas Uniper SE mengatakan pihaknya tidak dapat membawa banyak batu bara dengan kereta api untuk menjalankan pabriknya untuk jangka waktu yang lebih lama. Sebelumnya perusahaan itu memperingatkan pengurangan produksi di pabrik Staudinger-5 hingga September karena kekurangan batu bara.

Baca Juga: Mengeringnya Sungai Rhine Mengancam Pasokan Energi Eropa
5 Negara dengan Cadangan Minyak Terbesar di Dunia

Pembuat baja Thyssenkrupp, AG, mengatakan tim krisisnya bertemu setiap hari. Mereka menggunakan kapal khusus air dangkal agar tetap memasok pabriknya di kota Duisburg.

Jika gangguan berlanjut hingga September, mungkin ada peningkatan permintaan penggunaan truk untuk mengangkut barang di seluruh Jerman. Hal tersebut dijelaskan oleh Simonas Bartkus, kepala pemasaran dan komunikasi di Girteka Logistics, pemilik armada truk terbesar di Eropa.

Video Terkait