Legislator: Kalau Harga BBM Subsidi Naik, Inflasi Mustahil Terkendali

Ilustrasi SPBU Pertamina (Wikimedia)

Editor: Dera - Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:30 WIB

Sariagri - Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto meminta pemerintah untuk jangan pernah sekali-kali berpikir menaikan harga BBM subsidi bila memang sungguh-sungguh ingin mengendalikan inflasi di tahun 2022 dan menargetkan inflasi di tahun 2023 sebesar 3,3 persen.

Pihaknya mengaku pesimis target inflasi 3,3 persen di tahun 2023 dapat terwujud, pasalnya kenaikan harga BBM akan mempengaruhi kenaikan semua harga bahan pokok sehingga secara umum akan berdampak pada inflasi.

"Mustahil target inflasi pemerintah di tahun 2023 tersebut dapat dicapai kalau pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi, seperti Pertalite dan Solar,"" ujar Mulyanto dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, kenaikan harga BBM subsidi memiliki pengaruh kuat dan efek berantai pada kenaikan harga-harga barang dan jasa lainnya secara luas.

Bahkan menurut laporan BPS, kenaikan harga BBM dan LPG non subsidi saja ternyata memiliki andil yang signifikan bagi kenaikan tingkat inflasi di bulan Juli 2022 lalu. Jadi apatah lagi pengaruh inflasi dari BBM bersubsidi.

Inflasi Tak Terkendali

Menurut Mulyanto, bila pemerintah nekat maka diperkirakan tingkat inflasi akan semakin tidak terkendali, akan menggerus daya beli masyarakat dan membuat mereka semakin menderita.

“Sekarang saja, inflasi tahunan di bulan Juli 2022 sudah mencapai 4,94 persen, yang merupakan rekor inflasi tertinggi sejak bulan Oktober 2015," ungkap Mulyanto. 

"Bagaimana mungkin kita menurunkan tingkat inflasi ini menjadi 3,3 persen di tahun 2023 kalau Pemerintah masih punya niat untuk menaikan harga BBM bersubsidi,” imbuhnya. 

Mulyanto menambahkan yang penting dilakukan Pemerintah ke depan adalah melaksanakan penghematan dan menyetop proyek-proyek yang tidak penting dan urgen seperti proyek Ibu Kota Negara baru atau Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.

Baca Juga: Legislator: Kalau Harga BBM Subsidi Naik, Inflasi Mustahil Terkendali
Sinyal Kenaikan Harga BBM Makin Kuat, Ini Reaksi Ketua DPR

Sebagaimana dilaporkan Presiden Jokowi pada Semester I tahun 2022 ini APBN surplus sebesar Rp 106 triliun dan neraca perdagangan selama 27 bulan beturut-turut surplus sebesar 364 triliun. Penerimaan negara ini tentu dapat digunakan untuk menambah bantalan subsidi BBM.

Melansir pakmul.id, pemerintah, sebagaimana dilaporkan Presiden Jokowi dalam Pidato Pengantar APBN tahun 2023, Selasa (16/8) di Gedung Nusantara, DPR RI, Jakarta menargetkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2023 sebesar 5.3 persen, ICP sebesar 90 dolar Amerika per barel, kurs dolar sebesar Rp 14.700 dan inflasi sebesar 3,3 persen.

Video Terkait