Krisis Listrik di Sichuan Cina Sebabkan Kerugian Besar Banyak Produsen

Ilustrasi pembangkit listrik. (Foto: Pixabay)

Editor: Putri - Senin, 22 Agustus 2022 | 17:15 WIB

Sariagri - Provinsi Sichuan, Cina, memperpanjang pemadaman listrik industri dan mengaktifkan tanggap darurat pada Minggu 21 Agustus 2022 untuk menangani kekurangan pasokan listrik yang 'sangat luar biasa.' Hal tersebut menambah kesengsaraan produsen di wilayah tersebut yang tengah menutup pabrik.

Mengutip Bloomberg, Senin (22/8/2022), cuaca ekstrem dengan curah hujan yang sedikit sejak Juli. Selain itu Provin Sichuan juga menghadapi lonjakan penggunaan listrik untuk menyalakan AC, menyebabkan kesenjangan pasokan listrik.

Pejabat berwenang memperpanjang perintah yang membatasi pasokan listrik ke beberapa industri hingga 25 Agustus dari 20 Agustus. Hal tersebut adalah pertama kalinya Provinsi Sichuan memprakarsai tanggap darurat tingkat atas setelah memperkenalkan rencana darurat pasokan energi.

Langkah-langkah dalam rencana tersebut termasuk memulai generator darurat untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga. Selain itu, Provinsi Sichuan juga memilih penggunaan listrik prioritas dan memaksimalkan minyak, gas dan batu bara.

Provinsi Sichuan adalah salah satu provinsi terpadat di Cina. Daerah ini merupakan pusat manufaktur utama untuk kendaraan listrik dan panel surya. Perusahaan yang ada di Sichuan termasuk Toyota Motor dan Contemporary Amperex Technology telah menutup pabrik di selama beberapa hari untuk membatasi penggunaan listrik.

Kekurangan listrik menambah tantangan bagi berbagai industri yang sudah terpukul keras dengan kebijakan nol-COVID. Kebijakan nol-COVID mencakup penguncian mendadak, pengujian konstan, dan pembatasan pergerakan. Hal tersebut membebani konsumen dan menimbulkan malapetaka pada sektor manufaktur.

Jinko Solar, salah satu produsen modul surya terbesar di dunia, mengatakan dua pabriknya di Sichuan telah terpengaruh oleh kekurangan listrik. Perusahaan itu mengatakan tidak jelas kapan pabrik dapat melanjutkan kapasitas penuh dan pembatasan tersebut akan berdampak pada pendapatannya.

Beberapa gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan juga telah menyesuaikan penggunaan AC, penerangan atau eskalator untuk menghemat daya. Meskipun cuaca begitu panas, menurut laporan media setempat.

Menurut rencana kontingensi energi Sichuan, tanggap darurat Level 1 memungkinkannya untuk mencari bantuan dari dewan negara bagian untuk mengelola krisis. Hal tersebut meningkatkan frekuensi komunikasi antara pemasok energi dan pemerintah provinsi.

Baca Juga: Krisis Listrik di Sichuan Cina Sebabkan Kerugian Besar Banyak Produsen
Pemerintah Cina Batasi Pasokan Listrik untuk Pabrik, Ada Apa?

Pada saat yang sama, aliran air untuk pembangkit listrik tenaga air berkurang lebih dari setengahnya. Waduk utama yang mengamankan pasokan listrik pusat seperti ibu kota provinsi Chengdu telah mencapai tingkat mati karena waduk tidak dapat menghasilkan listrik.

Data dari Pusat Meteorologi Nasional menunjukkan bahwa Chengdu tidak mengalami hujan selama 15 hari bulan ini. Sementara Chongqing mengalami hal yang sama selama 18 hari. Kota Nanjing di provinsi Jiangsu dan Nanchang di Jiangxi tidak mengalami hujan sama sekali bulan ini.

Video Terkait