Gelapnya Ikon Pariwisata Kota Shanghai Efek dari Krisis Listrik di Cina

The bund, ikon pariwisata Shanghai. (Foto: Wikimedia Commons)

Editor: Putri - Senin, 22 Agustus 2022 | 19:30 WIB

Sariagri - Lampu area tepi sungai yang ikonik di Kota Shanghai, Cina, yang disebut The Bund, tidak akan dinyalakan selama dua malam. Hal tersebut dilakukan untuk menghemat listrik.

Mengutip BBC, Senin (22/8/2022), The Bund merupakan tujuan wisata yang populer. Sebagian besar ekonomi terbesar kedua di dunia itu menghadapi kekeringan parah di tengah gelombang panas yang memecahkan rekor.

Dalam pemberitahuan pada Minggu 21 Agustus 2022, Biro Administrasi Lansekap dan Penampilan Kota Shanghai mengatakan bangunan di The Bund, yang terletak di sepanjang sungai terbesar di kota itu, tidak akan dinyalakan pada hari Senin 22 Agustus 2022 dan Selasa 23 Agustus 2022.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," kata pemberitahuan tersebut.

Cina mengeluarkan peringatan kekeringan nasional pertama tahun ini pekan lalu. Daerah-daerah termasuk Shanghai di wilayah Delta Yangtze dan Sichuan di barat daya China mengalami panas ekstrem selama berminggu-minggu.

Pejabat di Provinsi Sichuan, di mana suhu melebihi 40 derajat Celsius, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kenaikan suhu dan curah hujan yang rendah, bersama dengan peningkatan permintaan untuk AC, menyebabkan kekurangan listrik.

Provinsi tersebut memperpanjang langkah-langkah penghematan listriknya selama lima hari hingga Kamis 19 Agustus 2022, menurut laporan media. Hal tersebut membatasi pasokan listrik ke beberapa industri.

Produsen mobil Jerman Volkswagen mengatakan bahwa pabriknya di Chengdu, yang merupakan ibu kota Sichuan, tutup. Juru bicara Volkswagen mengatakan perusahaan mengharapkan "sedikit penundaan" dalam pengiriman yang bisa pulih dalam waktu dekat.

"Kami sedang memantau situasi dan menjalin hubungan dekat dengan pemasok kami," kata juru bicara itu.

Pemasok Apple Foxconn, yang juga menutup pabriknya di Sichuan, mengatakan dampak pada produksinya saat ini "tidak signifikan."

Baca Juga: Gelapnya Ikon Pariwisata Kota Shanghai Efek dari Krisis Listrik di Cina
Krisis Listrik di Sichuan Cina Sebabkan Kerugian Besar Banyak Produsen

Pihak berwenang bergerak untuk membuat hujan buatan di beberapa bagian Cina tengah dan barat daya. Provinsi di sekitar Sungai Yangtze yang dilanda kekeringan beralih ke operasi penyemaian awan untuk memerangi kurangnya hujan.

Sementara Hubei dan sejumlah provinsi lain telah meluncurkan roket yang membawa bahan kimia ke langit, menurut media lokal. Tetapi kurangnya tutupan awan menghentikan upaya di beberapa daerah yang berusaha melakukan hal yang sama.

Video Terkait