Gembar-gembor BBM Naik, Nyatanya Harga BBM Malah Turun per 1 September

Ilustrasi SPBU Pertamina (Wikimedia)

Editor: Dera - Kamis, 1 September 2022 | 14:15 WIB

Sariagri - Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 September 2022 seakan sudah berhembus kencang. Bahkan, pemerintah sudah menyiapkan program bantuan tunai langsung (BLT) kepada masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM.

Namun bukannya naik, harga BBM non subsidi justru mengalami penurunan di seluruh provinsi seluruh Indonesia per 1 September 2022. PT Pertamina (Persero) mengatakan ada tiga jenis BBM non subsidi yang mengalami penurunan yaitu Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Harga BBM Non Subsidi Turun

Harga Pertamax Turbo per 1 September 2022 turun menjadi Rp15.900 per liter dari sebelumnya Rp17.900 per liter, lalu solar Dexlite turun menjadi Rp17.100 per liter dari sebelumnya Rp17.800 per liter. Sedangkan Pertamina Dex turun menjadi Rp17.400 per liter dari sebelumnya Rp18.900 per liter pada periode Agustus 2022.

Melansir laman resmi Pertamina, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Pertalite dan Solar Batal Naik? 

Pemerintah sebelumnya berencana menaikan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar, lantaran beban subsidi energi yang sudah menembus Rp502 triliun. 

Mirisnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut bahwa angka subsidi BBM yang cukup fantastis tersebut justru salah sasaran, di mana BBM subsidi justru lebih banyak dinikmati oleh orang kaya dan bukan orang miskin. 

Daftar kenaikan harga BBM subsidi pun diduga bocor ke publik, di mana Pertalite menjadi Rp10.000 per liter dari sebelumnya Rp7.650 per liter, sedangkan Solar menjadi Rp8.500 per liter dari sebelumnya Rp5.000 per liter. 

Namun hingga hari ini, Kamis 1 September 2022, harga BBM subsidi yang digembar-gemborkan bakal naik justru belum terlaksana. 

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan bahwa untuk kenaikan harga BBM subsidi merupakan kewenangan dari pemerintah. Menurutnya, Pertamina sebagai operator akan melaksanakan tugas dari regulator yakni pemerintah.

"Betul (masih menunggu arahan pemerintah)," kata Irto kepada Sariagri melalui pesan singkat, Kamis (1/9/2022). 

Harga Minyak Dunia Terus Turun

Menurut Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, tren pergerakan harga minyak dunia terus menurun dan masih di bawah besaran asumsi makro yang tercantum dalam APBN 2022 yaitu sebesar 100 dolar Amerika per barel. Sehingga seharusnya APBN 2022 masih dapat menutupi kebutuhan subsidi BBM hingga akhir tahun 2022.

“Staf Khusus (Stafsus) Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo saja menyebutkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun ini cukup untuk membiayai subsidi BBM dan kompensasi energi hingga Desember 2022, selama pergerakan harga minyak mentah dunia berada dalam rentang yang tidak terlalu jauh dari 100 dolar Amerika per barel," ungkap Mulyanto dalam keterangan tertulisnya. 

Mulyanto mengatakan, saat pembahasan revisi APBN 2022 dasarnya adalah perubahan harga ICP (Indonesia crude price) dari 63 per barel menjadi 100 dolar Amerika per barel.

Baca Juga: Gembar-gembor BBM Naik, Nyatanya Harga BBM Malah Turun per 1 September
Harga BBM Subsidi Naik Pekan Depan? Ma'ruf Amin: Ini Sedang Dipikirkan

"Jadi selama harga minyak mentah dunia berada dalam rentang 100 dolar Amerika per barel maka tidak ada urgensi bagi pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi tersebut,” terang Mulyanto.

Berdasarkan data oilprice.com diketahui per tanggal 30 Agustus 2022 harga minyak mentah WTI crude maupun Brent Crude dalam 3 bulan terakhir terus turun dan sudah mendekati angka 90 dolar Amerika per barel. Kalaupun terjadi pergerakan, maka pergerakannya secara umum tetap dalam rentang 100 dolar Amerika per barel.

Video Terkait