Harga BBM Naik di Siang Bolong, Weekend Mendadak Suram

Ilustrasi BBM. (Antara)

Editor: Dera - Minggu, 4 September 2022 | 14:00 WIB

Sariagri - Jika biasanya weekend atau akhir pekan dimanfaatkan masyarakat untuk liburan maupun beristirahat, namun akhir pekan kali ini seakan mendadak berubah suram, lantaran pemerintah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar dan Pertamax. 

Kenaikan BBM secara mendadak di siang bolong pada Sabtu kemarin (3/9/2022) itu pun sangat mengejutkan banyak pihak. Anggota Komisi VII DPR RI Sartono Hutomo menilai pemerintah seperti tidak peduli pada kegiatan ekonomi rakyat yang bergeliat di setiap akhir pekan.

"Mengenai waktu kenaikan ini, pemerintah seolah-olah tidak memikirkan kegiatan ekonomi yang sedang berjalan di akhir pekan. Biasanya kenaikan harga BBM dilakukan di pergantian hari untuk mempermudahkan adaptasi dari kenaikan harga. Ini di siang hari mendadak. Bayangkan rakyat kecil seperti supir angkot, supir truk, dan lain-lain yang di tengah perjalanan harus menyesuaikan," keluh Sartono dalam keterangan tertulisnya.

Politisi Partai Demokrat itu mempertanyakan, apakah pemerintah sadar bahwa kenaikan harga BBM akan berpengaruh signifikan terhadap daya beli masyarakat. Pasalnya, inflasi pasti mengalami kenaikan dan harga bahan pangan akan kembali naik. 

"Penahanan belanja masyarakat akan berimbas pada permintaan industri manufaktur yang berpotensi terpukul dan serapan tenaga kerja terganggu hingga akhirnya target-target pemulihan ekonomi pemerintah tidak sesuai target yang dicangkannya," papar Legislator Jatim VII itu, seperti dilansir dpr.go.id

Fraksinya, kata Sartono, sudah menyampaikan suara rakyat agar BBM tidak dinaikkan. Mengabaikan suara rakyat berarti mengabaikan kesejahteraannya.

Baca Juga: Harga BBM Naik di Siang Bolong, Weekend Mendadak Suram
DPR: Kenaikan BBM Bukan Terobosan Terbaik, Ekonomi Rakyat Bakal Jatuh!

Lebih lanjut dirinya menambahkan, sebelumnya pemerintah pernah menurunkan harga pertamax turbo sebagai imbas dari turunnya harga minyak dunia ke level USD80. Bila kelak minyak dunia turun lagi, bagaimana sikap pemerintah kemudian, ini yang menjadi pertanyaan serius.

"Kami akan terus mendorong pemerintah meningkatkan kemampuan penyaluran subsidi BBM agar semakin tepat sasaran dan meminimalkan kebocoran yang ada. Kenaikan bukanlah solusi yang dikehendaki rakyat," tutup Sa?tono.

Video Terkait