Buruh Bakal Demo Sebulan Penuh Tuntut Penolakan Kenaikan Harga BBM

Buruh menyuarakan aspirasi di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (15/6/2022). (ANTARA/Luthfia Miranda Putri)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 12 September 2022 | 18:00 WIB

Sariagri - Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia bakal melakukan gelombang demonstrasi penolaka kenaikan harga Bahan Bakar Minyak. Presiden KSPI yang juga Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan bahwa pihakan akan melangsungkan demo sepanjang bulan September ini.

Menurutnya, kenaikan harga BBM akan menurunkan daya beli masyarakat bawah sehingga aksi akan terus dilakukan. Disamping itu, tidak akan kenaikan upah juga menjadi pertimbangan buruh.

“Adapun tuntutan yang disuarakan adalah tolak kenaikan harga BBM, tolak omnibus law UU Cipta Kerja, dan naikkan upah minimum 10-13 persen,” kata Said dalam keterangan persnya, Senin (12/9).

Said menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM menurunkan daya beli masyarakat yang saat ini sudah turun sebesar 30 persen. Kini dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan BBM, maka daya beli akan turun lagi sebesar 50 persen.

"Penyebab turunnya daya beli adalah peningkatan angka inflasi menjadi 6,5 persen hingga 8 persen, sehingga harga kebutuhan pokok akan meroket," jelasnya.

Kemudian Said juga menyampaikan bahwa upah buruh tidak naik dalam 3 tahun terakhir, bahkan Menteri Ketenagakerjaan sudah mengumumkan jika Pemerintah dalam menghitung kenaikan UMK 2023 kembali menggunakan PP 36/2021.

Baca Juga: Buruh Bakal Demo Sebulan Penuh Tuntut Penolakan Kenaikan Harga BBM
Harga BBM Belum Naik, Demo Penolakan Sudah Terjadi di Sejumlah Daerah

"Dengan kata lain, diduga tahun depan upah buruh tidak akan naik lagi, dan kami menuntut kenaikan Upah Minimun tahun 2023 sebesar 10-13 persen," tegasnya.

Selanjutnya, tuntuan ketiga buruh adalah tetap menolak Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 Cipta Kerja.

Berikut Jadwal Aksi Buruh Selama September 2022:

  1. Tanggal 8 September 2022, aksi sudah dilakukan di Sumaera Selatan oleh Partai Buruh dan elemen serikat buruh.
  2.  Pada 12 September 2022, aksi akan dilakukan di Balaikota Jakarta. Secara bersamaan, elemen buruh KSPSI AGN direncanakan akan melakukan aksi ribuan buruh di depan DPR RI.
  3. Pada 13 September 2022, aksi akan dilakukan di Kantor Gubernur Banten. Diikuti gabungan buruh, petani, nelayan, dan miskin kota.
  4. Pada 14 September 2022, akan dilakukan aksi masing-masing kab/kota se-Jawa.
  5. Pada 15 September 2022, khusus Jawa Barat. Sebanyak 27 kab/Kota akan melakukan aksi. Seperti di Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung, dan wilayah lainnya di Jabar.
  6. Pada 19 September 2022, aksi se-Kepulauan Riau dan Riau daratan.
  7. Pada 20 September 2022, aksi se-Jatim dan Sumatra. Provinsi Sumatra di luar Riau dan Kepri.
  8. Pada 22 September 2022, aksi dilakukan se-wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur.
  9. Pada 26 September, buruh se-Jawa Barat aksi di Gedung Sate. Totalnya bisa mencapai 30.000 buruh.
  10. Puncaknya, pada akhir November kami mempersiapkan pemogokan Nasional dengan cara stop produksi keluar dari pabrik. Mogok nasional akan diikuti 5 juta buruh di 15.000 pabrik yang digelar di 34 provinsi dan 440 kab/kota.