Mungkinkah Harga Pertalite Bisa Turun Lagi?

Ilustrasi SPBU Pertamina (Wikimedia)

Editor: Dera - Senin, 12 September 2022 | 18:15 WIB

Sariagri - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar jelas menimbulkan pro dan kontra. Keputusan pemerintah tersebut dinilai memberatkan masyarakat kecil, lantaran ekonomi mereka belum sepenuhnya bangkit akibat pandemi COVID-19. 

Bahkan sejumlah elemen masyarakat hingga mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di berbagai daerah guna menolak kenaikan BBM. Tak hanya itu saja, sejumlah anggota DPR RI juga meminta pemerintah mengkaji ulang keputusannya. 

Legislator khawatir harga BBM yang mahal akan memicu inflasi besar-besaran dan menghambat pemulihan ekonomi nasional. Keputusan pemerintah juga menjadi sorotan, lantaran menaikan harga BBM di kala harga minyak dunia sedang turun. 

Harga Minyak Mentah Dunia Turun, BBM RI Ikutan?

Menanggapi hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif seakan memberikan angin segar bagi pengguna BBM subsidi. Dirinya menyebut harga Pertalite bisa saja turun, jika harga minyak mentah dunia dalam tren yang menurun. 

"Nanti kita lihat, kalau harga minyak membaik ya Insya Allah (bisa turun)," ujar Menteri Arifin Tasrif saat ditemui di Hotel Ayana MidPlaza, Jakarta pada Jumat (9/9/2022).

Di sisi lain, pihaknya juga mengimbau masyarakat luas untuk meningkatkan kesadaran dalam menghemat energi. 

"Caranya, yang biasanya keluar bensin 3 liter bisa enggak 2 liter aja? Ya, kurangi menghirup udara yang polusi dengan Co2," imbuhnya. 

Sekadar informasi, harga minyak mentah dunia pada Senin ((12/9/2022) merosot. Di mana harga minyak mentah jenis brent tercatat US$92,62 per barel, turun 0,24% dibandingkan posisi terakhir.

Sementara untuk light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) turun 0,37% ke US$86,47 per barel. Harga minyak mentah dunia tertekan oleh kekhawatiran mengenai resesi dan permintaan dari Cina, konsumen minyak mentah utama dunia.

Alasan di Balik Harga BBM Naik

Seperti diketahui, pemerintah resmi menaikan harga BBM pada Sabtu siang, 3 September 2022. Adapun jenis BBM subsidi yang mengalami kenaikan yaitu Pertalite dan Solar, sedangkan untuk BBM non subsidi yaitu Pertamax. 

Harga Pertalite dari sebelumnya Rp7.650/liter naik menjadi Rp10.000/liter, sementara untuk Solar dari sebelumnya Rp5.150/liter naik menjadi Rp6.800/liter, sedangkan untuk Pertamax dari sebelumnya Rp12.500/liter naik menjadi Rp14.500/liter. 

Pemerintah mengatakan keputusan tersebut terpaksa dilakukan karena angka subsidi energi yang kian membengkak hingga mencapai Rp502,4 tiriliun. Selain itu, subsidi BBM juga dinilai tidak tepat sasaran dan justru dinikmati oleh orang mampu dan bukan masyarakat kecil yang membutuhkan.

Baca Juga: Mungkinkah Harga Pertalite Bisa Turun Lagi?
Negara-negara Asia Borong Minyak Mentah Murah Rusia, RI Termasuk?

Oleh karena itu, pemerintah mencoba mengalihkan subsidi dengan bantuan langsung tunai (BLT) BBM kepada masyarakat yang terdampak. Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan daya beli masyarakat. 

Namun lagi-lagi, BLT BBM tak serta merta berjalan mulus, legislator kembali mempertanyakan transparansi dan keakuratan data penerima bantuan. Jangan sampai, dana yang sudah digelontorkan justru menjadi 'boomerang' dan lebih tidak tepat sasaran. 

Video Terkait