Cina Sulap Gurun Pasir Jadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Ilustrasi pembangkit listrik bertenaga surya (Wikimedia)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Jumat, 16 September 2022 | 13:00 WIB

Sariagri - Cina mulai membangun pembangkit listrik berbasis energi surya terbesarnya di gurun di Daerah Otonomi Ningxia Hui barat laut. Energi surya berbasis tenaga fotovoltik memiliki total kapasistas sekitar 3 gigawatt, dibangun di Gurun Tengger di Kota Zhongwei Ningxia, yang merupakan gurun terbesar keempat di Cina, dengan luas sekitar 43.000 kilometer persegi.

Ketika selesai, nantinyua proyek ini proyek ini akan menghasilkan sekitar 5,78 miliar kilowatt-jam (kWh) listrik per tahun. Ini mampu menghemat 1,92 juta ton batu bara standar dan mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 4,66 juta ton per tahun.

"Dengan total investasi 15,25 miliar yuan ($ 2,2 miliar), itu akan menghasilkan pendapatan tahunan sekitar 1,5 miliar yuan setelah selesai dan menyediakan 1.500 pekerjaan," tulis laporan CGTN.

Ningxia, dengan ketinggiannya yang tinggi dan jam sinar matahari yang panjang, memiliki sumber energi matahari yang kaya. Itu salah satu dari lima provinsi di Cina yang paling cocok untuk mengembangkan energi baru.

Sementara itu, Kota Zhongwei, yang terletak di tepi tenggara Gurun Tengger, merupakan salah satu daerah dengan sumber energi matahari paling melimpah di Tiongkok. Dalam beberapa tahun terakhir, 111 proyek energi baru telah dilaksanakan di kota, dan total kapasitas terpasang energi baru di sana telah mencapai 8,27 GW, terhitung hampir sepertiga dari Ningxia.

Bangun Pembangkit Listrik Bertenaga Surya

Direktur Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) He Lifeng mengatakan bahwa Cina berencana untuk membangun 450 GW kapasitas pembangkit listrik tenaga surya dan angin di Gobi dan daerah gurun lainnya. Negara Xi Jinping ini berjanji untuk membatasi emisi karbonnya ke puncaknya pada tahun 2030, dan mewujudkan netralitas karbon pada tahun 2060.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Presiden China Xi Jinping berjanji pada KTT Perubahan Iklim PBB pada tahun 2020 untuk meningkatkan kapasitas terpasang negara tenaga angin dan surya menjadi lebih dari 1.200 GW pada tahun 2030, dan meningkatkan pangsa bahan bakar non-fosil dalam konsumsi energi primer untuk sekitar 25 persen selama periode yang sama.

Pada akhir tahun 2021, negara tersebut telah memasang 306 GW kapasitas tenaga surya dan 328 GW kapasitas angin, menurut data dari Administrasi Energi Nasional.

Video Terkait



Baca Juga: Cina Sulap Gurun Pasir Jadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Meletakkan Sarang Lebah Madu di Panel Surya Mampu Meningkatkan Nilai Pertanian Negara Ini