BBM Mahal Bikin Beban Rakyat Kian Berat, Pertalite dan Pertamax Dihapus?

Ilustrasi BBM. (Foto: Pixabay)

Editor: Dera - Sabtu, 17 September 2022 | 15:00 WIB

Sariagri - Wacana penghapusan Pertalite dan Pertamax kembali mencuat seiring dengan komitmen penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih ramah lingkungan. 

Jika merujuk Permen LHK No.20 tahun 2017, penerapan BBM seharusnya memiliki standar emisi Euro 4 atau  spesifikasi bensin dengan nilai oktan tinggi, yaitu RON 95-98 atau setara Pertamax Turbo. 

Artinya, ada indikasi BBM Pertalite (RON 90) dan Pertamax (RON 92) bakal dihapus karena tidak memenuhi mutu emisi gas buang.  

Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto menyarankan bahwa BBM yang disubsidi sebaiknya mempunyai jenis oktan dengan kualitas tinggi, mengingat kualitas BBM sangat berpengaruh terhadap lingkungan. 

"Idealnya adalah RON tertinggi itu lah yang disubsidi sehingga dapat BBM yang ramah lingkungan dan menjaga daya beli masyarakat. BBM kita berpengaruh langsung terhadap berbagai lingkungan kita," ujar Sugeng.

"Jadi, kalau hari ini lambat laun RON 88 sudah dihapus itu, dan Pertalite RON 90 dan bahkan di Permen LHK, Pertamax itu bahkan dihapus ditingkatkan lagi Euro 4 yakni RON 95 atau 98," ungkap politisi NasDem tersebut.

Senada dengan Sugeng, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan bahan bakar ramah lingkungan dapat mengawetkan mesin karbon. Pihaknya juga menyebut spesifikasi BBM yang beredar di masyarakat kedepannya juga akan ditingkatkan.

“Pemerintah memang telah memiliki peta jalan (roadmap) untuk implementasi BBM ramah lingkungan. Kendati demikian, pelaksanaannya harus dilakukan secara bertahap. Hal ini guna mengurangi keterkejutan di masyarakat,” ujar Menteri ESDM, Arifin Tasrif, Jumat (16/9).

Lalu, Haruskah Pertalite Segera Dihapus? 

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi mengaku setuju jika Pertalite dihapuskan. Menurutnya, BBM subsidi jenis Pertalite hanya akan menjadi candu bagi masyarakat maupun pemerintah.

"Itu usulan sangat bagus, karena selama ini pemerintah dihadapkan dengan BBM subsidi, setiap harga minyak dunia naik, APBN jebol dan akhirnya pemerintah naikan harga," ungkap Fahmi saat dihubungi Sariagri melalui sambungan telepon, Jumat malam (16/9/2022). 

Namun di sisi lain, pihaknya menolak jika Pertamax dihapuskan karena akan membebani masyarakat. 

"Subsidi Pertalite dihapus, tapi pemerintah masih bisa atur di Pertamax. Pemerintah harus melindungi konsumen dengan mengendalikan harga. Kalau dua-duanya langsung dihapus ya masyarakat pasti berat,"pungkasnya. 

Namun melihat kondisi ekonomi yang sulit, Fahmy menilai penghapusan Pertalite di tahun ini bukanlah keputusan yang tepat. 

"Sekarang momentumnya (Pertalite dihapus) tidak pas, tapi pemerintah harus punya roadmap, misal tahun depan harus dikomunikasikan ke publik," ungkapnya. 

Ini Syarat Jika Pertalite Dihapus

Menurut Fahmy, pemerintah wajib membuat roadmap secara bertahap ketika akan menghapus BBM jenis Pertalite agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. 

Baca Juga: BBM Mahal Bikin Beban Rakyat Kian Berat, Pertalite dan Pertamax Dihapus?
Harga BBM Naik di Siang Bolong, Weekend Mendadak Suram

"Ini kesempatan bikin roadmap secara bertahap, bagaimana membuat agar disparitas harga antara Pertalite dan Pertamax tidak terlalu besar sehingga memungkinkan konsumen Pertalite khususnya mobil-mobil pribadi itu pindah ke Pertamax. Kalau perlu harga Pertamax hanya selisih Rp1.500," pungkasnya. 

"Kalau hal ini berjalan dengan baik, maka disparitas harga itu tidak terlalu menganga, sehingga Pertalite bisa dihapuskan," tutupnya.

Video Terkait