Jalur Eropa Ditutup, Rusia Bangun Pipa Gas ke Cina

Ilustrasi pasokan gas. (Reuters/Rusia)

Editor: Dera - Senin, 19 September 2022 | 18:30 WIB

Sariagri - Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan bahwa Rusia akan membangun pipa gas yang menghubungkan Rusia ke Cina. Pipa gas tersebut akan menggantikan jalur gas Nord Stream 2 ke Eropa yang terbengkalai selama konflik Rusia dan Ukraina. 

Mengutip CNA, dalam sebuah wawancara, Menteri Novak ditanya apakah Rusia akan mengganti Nord Stream 2 dengan Asian Force Siberia 2, Novak kemudian menjawab 'ya.'

Sebelumnya Menteri Novak mengatakan Rusia dan Cina akan segera menandatangani perjanjian pengiriman 50 miliar meter kubik gas per tahun melalui pipa Force 2 yang mengalir lewat Siberia. Jumlah tersebut hampir mewakili kapasitas maksimum Nord Stream 1, yaitu 55 miliar meter kubik gas, yang telah ditutup sejak 2 September 2022.

Sepertiga pasokan gas Rusia ke Uni Eropa melewati jalur pipa strategis yang menghubungkan Rusia dengan Jerman. Jalur pipa gas Force 2 akan mendorong ekonomi Cina yang selama ini mengeluarkan banyak biaya untuk pengiriman gas melalui Mongolia.

Proyek Nord Stream 2 selama ini didukung oleh Jerman tetapi dipandang sebelah mata oleh AS. Proyek tersebut akhirnya dibatalkan oleh Barat sejak serangan Rusia ke Ukraina yang dimulai pada akhir Februari 2022.

Menteri Novak juga mengatakan ekspor gas Rusia ke Uni Eropa akan turun sekitar 50 miliar meter kubik pada 2022. Perusahaan energi Rusia, Gazprom, mengatakan bahwa Force 2 yang menghubungkan ladang gas Chaiandina ke timur laut Cina sejak akhir 2019, akan "meningkatkan pengirimannya" hingga mencapai 20 miliar meter kubik gas setiap tahun.

Baca Juga: Jalur Eropa Ditutup, Rusia Bangun Pipa Gas ke Cina
Di Tengah Ancaman Resesi, Eropa Alami Krisis Pasokan Gas

Pada 2025, ketika mencapai kapasitas maksimumnya, Force 2 akan menghasilkan 61 miliar meter kubik gas per tahun, lebih banyak dari Nord Stream 1. Nord Stream 1 saat ini mengirim 38 miliar meter kubik gas ke Cina berdasarkan kontrak pada 2014 yang ditandatangani antara Gazprom dan mitranya dari Cina, CNPC.

Kedua belah pihak juga menandatangani perjanjian untuk membangun rute transit baru dari Vladivostok, Rusia ke Cina utara. Jalur tersebut akan membawa tambahan 10 miliar meter kubik gas. 

 

Video Terkait