Jaga Produksi, Lampung Awasi Pasokan BBM bagi Nelayan dan Petani

Petani Tengah Menyebar Obat Untuk Tanaman Jagung. (Sariagri/Yongki)  

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 19 September 2022 | 21:30 WIB

Sariagri - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengawasi pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan dan petani yang ada di daerahnya agar pasokan tetap terjaga untuk menunjang produksi.

"Penggunaan BBM untuk pertanian dan perikanan ini memang sangatlah penting untuk menjaga produktifitas," ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Kusnardi, di Bandarlampung, Lampung, Minggu (18/9).

Ia menerangkan kebutuhan BBM untuk kedua sektor itu kini tetap terjaga untuk menopang produksi dan akan terus dilakukan pengawasan secara berkala.

"Ketersediaan terjamin, selama mereka bisa menunjukkan kalau benar-benar petani seperti menunjukkan surat rekomendasi dari lurah atau kepala dinas, bisa langsung mengisi BBM," katanya.

Menurutnya, dengan adanya surat rekomendasi itu petani bisa mengisi BBM untuk mengoperasikan alat mesin pertanian mereka.

"Sedangkan untuk nelayan sudah dicoba melakukan pencatatan secara online untuk pembelian BBM di SPBN, ini awalnya memang agak sulit tapi nelayan sudah mulai terbiasa," tambahnya.

Dia mengatakan pendaftaran secara daring bagi pembelian BBM untuk kapal nelayan tersebut, dilakukan untuk mencegah adanya peluang BBM tidak tersalur tepat sasaran.

"Untuk kapal nelayan dan alat mesin pertanian petani tidak ada masalah, sebab akan terus dijaga pasokannya. Selain itu terus diawasi juga penggunaan solar untuk industri," ucap dia.

Ia menjelaskan dengan adanya kondisi dimana disparitas harga BBM subsidi dan nonsubsidi cukup jauh, maka pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap penggunaan BBM di daerahnya terutama bagi petani dan nelayan.

"Langkah pengawasan akan terus dilakukan agar semua bisa terjaga dan tetap berproduksi menjaga stabilitas ekonomi," ujar dia lagi.

Diketahui kuota tahun 2022 salah satunya untuk konsumen pengguna usaha perikanan di Lampung sebesar 2.242.368 kiloliter. Sedangkan di Kota Bandarlampung dengan jumlah kapal nelayan berkisar 2.000 unit kuota tiap nelayan untuk mengisi BBM bagi kapal di stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) kini sebesar delapan kiloliter.

Baca Juga: Jaga Produksi, Lampung Awasi Pasokan BBM bagi Nelayan dan Petani
Lampung Awasi Pasokan BBM bagi Nelayan dan Petani untuk Menunjang Produksi

Lalu Provinsi Lampung sendiri memiliki total kuota BBM pada 2022 sebesar 640.297 kiloliter dan pada 2021 sebelumnya sebesar 640.293 kiloliter.

Sedangkan konsumsi BBM subsidi Lampung di pekan keempat Agustus 2022 untuk bio solar telah mencapai 20 persen atau di atas proyeksi kuota dengan rata-rata konsumsi 1.978 kiloliter per hari. Sedangkan untuk pertalite sudah mencapai 33 persen dengan rata-rata konsumsi harian sebanyak 2.225 kiloliter per hari.

Video Terkait