Bikin Ekonomi Dunia Kacau, Ini Sederet Harga Komoditas yang Alami Kenaikan

Ilustrasi BBM. (Foto: Pixabay)

Editor: Dera - Kamis, 22 September 2022 | 08:00 WIB

Sariagri - Inflasi tinggi terjadi usai sejumlah negara di dunia terkena hantaman pandemi COVID-19. Bahkan, sejak invasi Rusia ke Ukraina, IMF memperkirakan harga konsumen naik 8,3 persen secara global tahun ini.

Konsumen dan bisnis di seluruh dunia harus menghadapi gejolak harga berbagai komoditas, salah satunya adalah komoditas dari sumber daya alam minyak dan gas, 

Mengutip AFP, berikut kenaikan harga komoditas yang menyebabkan perekonomian dunia kacau.

1. Bahan Bakar

Invasi Ukraina oleh Rusia, produsen minyak terbesar ketiga di dunia, membuat harga minyak mentah melambung tinggi. Kontrak internasional utama, Brent North Sea, hampir mencapai 140 dolar per barel, tetapi sekarang turun di bawah 100 dolar.

Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) terjadi di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Uni Eropa dan tak terkecuali di Indonesia. Gas alam juga jadi lebih mahal, terutama di Eropa, di mana harga listrik mencapai rekor tertinggi di Jerman dan Prancis.

Harga energi yang lebih tinggi mempengaruhi berbagai sektor perekonomian karena mempengaruhi biaya produksi dan transportasi perusahaan.

2. Pasta, Mi, Kacang, dan Tortilla

Perang membuat harga pangan melonjak karena perang mengganggu ekspor biji-bijian dari Ukraina, pemasok utama gandum dan minyak bunga matahari ke negara-negara di seluruh dunia.

Pada Mei 2022, Allianz memperkirakan bahwa harga pasta naik 19 persen di zona euro selama 18 bulan sebelumnya. Di Kanada, pengekspor gandum besar lainnya.

Di Thailand, harga mi instan dikendalikan oleh negara, naik untuk pertama kalinya dalam 14 tahun. Harga dinaikkan 17 persen menjadi tujuh baht. 

Harga tepung jagung yang digunakan untuk membuat tortilla di Meksiko, makanan pokok yang digunakan untuk taco dan hidangan lainnya, naik sekitar 13 persen dari tahun lalu. Hal ini berkontribusi pada inflasi tinggi di Meksiko.

Selain itu kacang pinto, makanan pokok Brasil, harganya 23 persen lebih mahal pada Agustus dibandingkan waktu yang sama tahun lalu.

3. Daging

Akibat harga biji-bijian yang lebih mahal, memberi makan ternak menjadi tantangan. Pakan ternak menjadi lebih mahal dan peternak pada gilirannya menaikkan harga daging.

Daging babi, daging paling populer di Cina, harganya 22 persen lebih mahal pada Agustus dibandingkan tahun lalu. Pihak berwenang Cina mempertimbangkan memanfaatkan cadangan daging babi untuk kedua kalinya tahun ini agar harga stabil.

Di Argentina, roti daging giling sangat populer karena harganya yang murah. Tetapi harga makanan ini melonjak tiga perempat dalam 12 bulan terakhir. Argentina saat ini memiliki salah satu tingkat inflasi tertinggi di dunia dengan 56,4 persen selama delapan bulan pertama tahun ini.

Sementara di Eropa, harga ayam melambung karena tekanan biaya pakan ternak dan merebaknya virus flu burung. Harga grosir naik sepertiga pada Agustus dari bulan yang sama tahun lalu.

4. Bir

Pembuat bir tidak hanya terpukul dengan kenaikan harga biji-bijian, tetapi juga kaleng aluminium dan botol kaca untuk bir. Bir menjadi 70 persen lebih mahal daripada sebelum perang di Ukraina, menurut asosiasi perdagangan pembuat bir Eropa.

Heineken, perusahaan bir terbesar kedua di dunia, menaikkan harganya rata-rata 8,9 persen selama paruh pertama tahun ini. Menurut Bloomberg, AB InBev, pembuat bir top dunia yang memproduksi Budweiser dan Corona, menaikkan harganya sebesar delapan persen.

Baca Juga: Bikin Ekonomi Dunia Kacau, Ini Sederet Harga Komoditas yang Alami Kenaikan
Menko Perekonomian: Harga Komoditas Pangan Relatif Sudah Stabil

5. Koran

Tak hanya komoditas pangan dan bahan bakar, harga kertas juga naik karena permintaan meningkat setelah berakhirnya lockdown COVID-19, sedangkan percetakan membutuhkan energi untuk proses pencetakan koran.

Beberapa koran di Prancis menaikkan harga awal tahun ini, sama halnya dengan merek koran di Inggris seperti The Sun, Times dan Sunday Mail. Sementara lainnya mengurangi jumlah halaman koran agar harga tetap sama.  Di Eropa secara keseluruhan, harga koran naik 6,5 persen sejak Juli, menurut data resmi.

 

Video Terkait