Imbas Kenaikan BBM, Harga Rumah Hingga Tarif Tol Ikutan Naik?

Ilustrasi perumahan. (perumahan.pu.go.id)

Editor: Dera - Kamis, 22 September 2022 | 16:30 WIB

Sariagri - Tak hanya berdampak pada harga pangan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga berpengaruh pada harga rumah dan juga tarif tol. Pasalnya, kenaikan harga BBM ini berdampak cukup luas pada peningkatan harga barang dan jasa. 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut, wacana kenaikan tarif tol dilakukan sesuai aturan harga bahan bakar minyak (BBM), serta melihat perekonomian nasional yang kembali bergerak. 

"Kalau tarif tol karena ini kondisi pandemi COVID-19 agak saya tahan (tarif tol naik), sekarang sudah bergerak ekonominya, sesuai aturan, sesuai inflasi, kita coba penyesuaiannya," kata Basuki usai meninjau Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 2, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (20/9/2022).

Namun pihaknya memastikan, kenaikan tarif tol akan mempertimbangkan kemampuan masyarakat sesuai hasil survei.

Senada dengan hal tersebut, sebelumnya Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja mengatakan pertimbangan tersebut dilakukan lantaran seluruh harga material diperkirakan ikut melonjak.

"Kita sedang menunggu arahan sidang kabinet untuk mengatasi eskalasi barang-barang ataupun material berkaitan dengan kegiatan konstruksi. Kita berharap dalam waktu dekat ada pembahasan di level kabinet untuk bisa merespon kondisi yang berkembang di lapangan," ujar Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja dalam press briefing di Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Selain Tarif Tol, Harga Rumah Ikutan Naik? 

Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida membeberkan jika kenaikan harga BBM jelas sangat berpengaruh pada harga material bangunan, sehingga sudah pasti berdampak pada kenaikan harga rumah. 

Namun demi menjaga daya beli masyarakat, pihaknya berupaya agar kenaikan harga rumah hanya pada average tidak lebih dari 3 persen. 

Sementara itu, dalam keterangan rilisnya, Koordinator Regional I Dewan Pengurus Pusat REI Mohammad Miftah mengatakan, bisnis penyediaan papan khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sudah berat karena adanya kenaikan harga material dalam dua tahun terakhir.

"Terlebih, dengan adanya kenaikan harga BBM subsidi sehingga dapat dipastikan harga material dan biaya produksi akan semakin tinggi," kata Mohammad Miftah dalam siaran pers, Sabtu (10/9/2022).

Baca Juga: Imbas Kenaikan BBM, Harga Rumah Hingga Tarif Tol Ikutan Naik?
Fenomena 'Sunat' BLT BBM di Tengah Penderitaan Rakyat Kecil

Oleh karena itu, pelaku usaha properti berharap ada penyesuaian harga jual rumah bersubsidi. 

"Padahal, industri rumah bersubsidi berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, menggerakkan ekonomi rakyat dan menyerap jutaan lapangan pekerjaan," kata Miftah.

Sekedar informasi, patokan harga rumah subsidi ditentukan berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 242 Tahun 2020 dengan kisaran Rp150,5 juta hingga Rp219 juta (tergantung wilayah). Untuk penetapannya sendiri ditentukan oleh Kementerian Keuangan.

Video Terkait