Erick Thohir Sebut BBM Pertamax Bisa Turun, Kapan?

Menteri BUMN Erick Thohir. (Antara Foto/Dhemas Reviyanto/wsj)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 28 September 2022 | 14:45 WIB

Sariagri - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, pernah mengatakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis pertamax bisa turun. Dasarnya, apabila harga minyak dunia mengalami penurunan.

"Banyak yang bicara, nanti kalau harga minyak dunia turun seperti apa? Pasti kami turun," kata Erick Thohir.

Erick Thohir mengatakan penurunan Pertamax, empat hari setelah perubahan harga menjadi Rp14.500 per liter yang diumumkan di Istana Merdeka, Jakarta.

Saat ini, harga minyak dunia sudah menyentuh level USD80 per barel. Tercatat, pada 28 September 2022, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik USD1,79 atau 2,3 persen menjadi USD78,5 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sebelumnya minyak WTI anjlok 2,6 persen menjadi USD76,71 pada Senin, 26 September, level terendah sejak 6 Januari. Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November bertambah USD2,21 atau naik 2,6 persen menjadi USD86,27 per barel di London ICE Futures Exchange. Brent jatuh 2,4 persen menjadi USD83,65, terendah sejak Januari di sesi sebelumnya.

Tak mudah turunkan harga BBM nonsubsidi

Kendati demikian, pada 21 September 2022, Erick Thohir justru mengungkapkan tak mudah bagi harga BBM nonsubsidi seperti pertamax langsung mengalami penurunan harga, meski harga crude oil atau minyak mentah dunia mengalami penurunan menjadi USD90 per barel.

"Kalau harga BBM (dunia) menurun, pasti akan terjadi koreksi harga. Tapi kan pembelian BBM bukan hari ini turun, besok langsung ada. Kita kan beli tiga-empat bulan," kata ucapnya.

Baca Juga: Erick Thohir Sebut BBM Pertamax Bisa Turun, Kapan?
Stafsus BUMN Minta Harga BBM Ikuti Harga Pasar, Ini Alasannya



"Mesti ada ekuilibrium harga, tidak langsung bisa turun," jelasnya.

Ia menyebut status Indonesia sebagai negara pengimpor BBM membuat tidak mudah dalam penentuan harga jual kepada masyarakat. Sebab, RI harus mengikuti harga minyak dunia.

Video Terkait