Jokowi Sebut Harga BBM RI Tidak Lebih Mahal Dibandingkan Negara Lain

Presiden Jokowi. (Antara)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Kamis, 29 September 2022 | 17:15 WIB

Sariagri - Pemerintah secara resmi menetapkan kenaikan harga BBM bersubsidi dan non subsidi. Harga Pertalite yang semula Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter. Disamping itu, untuk Solar naik dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter. Lalu pertamax non subsidi dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

Kendati demikian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa harga BBM di Indonesia tidak lebih mahal dibandingkan negara lain. Tak hanya BBM, Kepala Negara juga ikut membandingkan harga gas dalam negeri dan luar negeri.

"Kita baru menyesuaikan harga BBM. Tapi coba bandingkan dengan negara lain sampai Rp32 ribu dan Rp34 ribu. Gas bisa naik sampai 500 persen," ujar Presiden Jokowi saat memberikan arahan kepada seluruh Menteri/Kepala Lembaga, Kepala Daerah, Pimpinan BUMN, Pangdam, Kapolda dan Kajati di Jakarta, Kamis (29/9).

Baca Juga: Jokowi Sebut Harga BBM RI Tidak Lebih Mahal Dibandingkan Negara Lain
Begini Tanggapan Megawati Usai Jokowi Naikkan Harga BBM

Jokowi mengungkapkan, saat ini dunia memang masih dilanda ketidakpastian, mulai dari krisis pangan, krisis energi dan krisis finansial. Oleh karenanya, ia meminta agar masyarakat bisa memahami kondisi yang terjadi.

Lebih lanjut, ia mencontohkan krisis yang terjadi di Inggris. Ia mengatakan mata uang inggris terus tertekan sehingga berdampak pada seluruh mata uang dunia, termasuk Indonesia. "Nilai tukar di semua negara tergoncang dan melemah, terdepresiasi, termasuk kita. Hati-hati dengan ketidakpastian ini," tandasnya.

Video Terkait