Menhub Optimistis Konversi Kendaraan Listrik 3 Tahun Tercapai

Ilustrasi mobil listrik lakukan pengisian. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 29 September 2022 | 17:45 WIB

Sariagri - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) senilai Rp502 tirliun cukup banyak digelontorkan untuk bahan bakar kendaraan.

Menurutnya, jika subsidi BBM dialokasikan untuk mendukung konversi kendaraan konvensional ke kendaraan listrik. Setidaknya dalam kurun 3 tahun hal tersebut bisa terwujud.

"Kalau hitungannya sekarang Subdisi Rp502 triliun, penggunaan untuk motor 1/5 nya, itu berarti Rp100 triliun, menurut teman-teman, dibuat satu Subdisi dengan nilai tertentu maka dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun subsidi itu sudah bisa meng-cover biaya konversi," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kamis (29/9/2022).

"Matematisnya simpel, kalau kita terus menerus mengeluarkan uang untuk subsidi BBM, kalau terkonversi dengan baik maka uang yang untuk subsidi BBM, bisa kita berikan kepada masyarakat," ujarnya.

Budi Karya Sumadi menjelaskan kendaraan listrik merupakan sebuah keniscayaan, bukan hanya sekedar menghemat belanja negara, juga bermanfaat untuk lingkungan.

"Keuntungan untuk masyarakat, biaya sehari-hari maka itu bisa berkurang, yang tadinya harus mengisi 3 liter sekitar Rp30 ribu, bisa relatif zero, artinya masyarakat bisa mendapatkan tambahan pendapatan," paparnya.

Baca Juga: Menhub Optimistis Konversi Kendaraan Listrik 3 Tahun Tercapai
Pemerintah Indonesia Akan Setop Produksi Mobil BBM

Menurut Menhub Budi, pemerintah saat ini serius mewujudkan transisi kendaraan konvensional ke kendaraan listrik. Salah satunya akan memberikan subsidi untuk konversi ke kendaraan listrik.

"Mekanisme subsidi akan dibahas antar K/L, karena ini domainnya bukan kita, termasuk bisa lewat Pemda, institusi tertentu, atau lewat Pertamina, atau lewat lembaga lain, kita mengharapkan proses ini jangan terjadi suatu penyalahgunaan," pungkasnya.

Video Terkait