Moeldoko: Tidak Ada Situasi Kritis, Kenaikan BBM Bisa Diterima Masyarakat

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Antara)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 29 September 2022 | 19:30 WIB

Sariagri - Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko menilai bahwa keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar beberapa waktu lalu dapat diterima masyarakat dengan baik. Hal itu ia sampaikan dalam keterangan pers di kantornya, Kamis (29/9).

"Dari sisi kenaikan energi, kenaikan BBM, masyarakat juga bisa menerima dengan baik. Saya tidak melihat bahwa ada sebuah situasi yang kritis di tengah-tengah masyarakat. Ada di kota-kota bergejolak atau apa itu demo itu sesuatu yang hidup dalam sebuah negara demokrasi," kata Moeldoko.

Moledoko mengingatkan bahwa 80 persen BBM subsidi dinikmati oleh kelompok menengah ke atas. Ia juga menyampaikan. unjuk rasa yang dilakukan para pendemo merupakan hal biasa di negara demokrasi.

"Jadi, teman-teman mahasiswa turun ke jalan itu sebagian juga memperjuangkan orang-orang kaya. Ini juga harus dipahami. Kalian turun ke jalan, berkeringat, berdarah-berdarah, yang kalian perjuangkan juga orang kaya karena subsidi itu ternyata banyak dinikmati oleh orang kaya. Ini tolong dipahami dengan baik," kata dia.

Baca Juga: Moeldoko: Tidak Ada Situasi Kritis, Kenaikan BBM Bisa Diterima Masyarakat
Kenaikan Harga BBM Sudah Dikalkulasi Pemerintah dengan Matang

Eks Panglima TNi tersebut juga mengapresiasi masyarakat Indonesia yang memahami situasi global yang tengah mengalami krisis. Oleh karenanya, pemerintah mengambil kebijakan untuk menaikkan harga BBM subsidi.

"Dan situasi Indonesia yang tidak bisa dilepaskan dari pengaruh global sehingga apa yang saya lihat dalam perjalanan ke daerah-daerah, suku-suku, menyiapkan diri dengan baik di sektor pertanian, mereka sangat serius, situasi pangan dunia memang menjadi ancaman," pungkasnya.

Video Terkait