Campur Kapur Barus dengan Bensin Bisa Hemat BBM, Fakta atau Hoaks?

Ilustrasi Isi Bensin (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 29 September 2022 | 20:00 WIB

Sariagri - Pemerintah secara resmi menetapkan kenaikan harga BBM bersubsidi dan non subsidi sejak 3 September lalu. Masyarakat pun mulai memutar otak mencari cara untuk menghemat BBM, salah satunya adalah kapur barus ke dalam tangki bahan bakar.

Lantas, benarkah bensin yang dicampur kapur barus atau kamper membuat BBM jadi lebih hemat?

Sebenarnya, mitos terkait campuran kapur barus ke dalam tangki bahan bakar memang sudah ada sejak zaman dahulu. Namun, usai kenaikan harga BBM yang baru-baru ini terjadi, fenomena tersebut kembali viral di berbagai platform media sosial.

Faktanya, penggunaan campuran ini bisa berdampak buruk terhadap mesin. Sebab, sisa campuran kapur barus dapat mengendap di tangki dan membuat kerusakan. Tak hanya itu, saluran pembakaran kendaraan juga akan menjadi lebih kotor.

Baca Juga: Campur Kapur Barus dengan Bensin Bisa Hemat BBM, Fakta atau Hoaks?
Jokowi Sebut Harga BBM RI Tidak Lebih Mahal Dibandingkan Negara Lain

Dengan meningkatnya oktan bensin, diyakini performa mobil akan meningkat. Apalagi, dalam kapur barus terdapat senyawa kimia naphthalene yang memiliki oktan 90. Akan tetapi, senyawa naphthalene tersebut juga harus diimbangi dengan bahan bakar dengan oktan di bawah 90.

Maka dapat disimpulkan, cara mencampur kapur barus ke dalam bahan bakar di atas oktan 90 hampir tidak ada manfaatnya. Bahkan ada efek mengerikan yang terjadi karena percampuran bensin dan kapur barus yang bisa menyebabkan kanker pada manusia.

Video Terkait