Harga Energi Melonjak, Puluhan Ribu Warga Turun ke Jalan Serukan Protes

Ilustrasi Demonstrasi. (Sariagri/Antara)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 30 September 2022 | 19:00 WIB

Sariagri - Puluhan ribu warga Ceko berkumpul di ibu kota, Praha untuk memprotes penanganan pemerintah atas melonjak harga energi. Mereka menilai bahwa pemerintah telah gagal mengatasi krisis energi di tengah dukungan terhadap perang Ukraina.

Protes yang terjadi di hari libur nasional itu, dikomandoi oleh dua oposisi partai sayap kanan dan kiri di Lapangan Wenceslas, Praha. Akan tetapi, jumlah massa aksi jauh lebih sedikit orang dibandingkan aksi protes yang digelar sebelumnya dihadiri oleh 70 ribu orang pada 3 September lalu.

Puluhan pendemo dalam aksinya mengibarkan bendera Ceko sambil meneriakkan tuntutan pada pemerintah koalisi pro-barat yang dipimpin oleh Perdana Menteri Petr Fiala dari partai konservatif. Dalam sebuah video yang diunggah, tampak para pendemo terus menerus meneriakkan kata 'mundur mundur' yang ditujukan kepada pemerintah.

Selain krisis energi, para pengunjuk rasa juga mengkritik kebijakan pemerintah yang mendukung sanksi Uni Eropa terhadap Rusia yang berdampak pada krisis energi di negara itu. Pra pengunjuk rasa memegang spanduk bertuliskan 'akhiri Komedia ini' sambil menyerukan kata 'Czech Republic First!', sebuah slogan yang mirip dengan kampanye mantan Presiden AS Donald Trump.

Baca Juga: Harga Energi Melonjak, Puluhan Ribu Warga Turun ke Jalan Serukan Protes
Melihat Nasib Program Kompor Listrik, Apakah Akan Lanjut?

“Pemerintah ini benar-benar anti-Ceko. Mereka hanya melayani Uni Eropa dan kekuatan Amerika dan NATO dan sama sekali tidak mementingkan warganya," ujar seorang demonstran.

Harga energi yang tinggi, yang dipicu oleh perang di Ukraina, telah menambah tekanan pada pemerintah di seluruh Eropa untuk meredam pukulan dari meningkatnya biaya energi bagi konsumen dan bisnis

Video Terkait