BPS Sebut Dampak Kenaikan Harga BBM hanya Berlangsung 2 Bulan

Antrean Panjang Mengisi Bahan Bakar di SPBU. (Sariagri/Rifky Junaedi)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Senin, 3 Oktober 2022 | 18:45 WIB

Sariagri - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan, dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hanya akan berlangsung selama dua bulan. Ia mengungkapkan, perkiraan tersebut berdasarkan data historis dari kenaikan harga BBM sebelumnya.

Ia melaporkan kenaikan inflasi tahunan pada September tercatat 5,95 persen. Sementara, inflasi bulanan tembus mencapai 1,17 persen. Menurutnya, penyumbang inflasi terbesar adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan pemerintah sejak awal September lalu.

"Ini bicara tren data, historisnya, tapi apakah itu terjadi? Itu tergantung kebijakan pemerintah, Bank Indonesia, dalam mengendalikan inflasi di bulan berikutnya. Berapa lama? kalau lihat sejarah, secara historis, itu hanya terjadi satu bulan, kemudian naik lagi. Di bulan berikutnya kembali landai," jelas Margo.

Margo menyebutkan, secara tren laju laju inflasi sebesar 1,17 persen merupakan yang tertinggi sejak Desember 2014, di mana Waktu itu terjadi inflasi 2,46 persen. Sedangkan, inflasi 5,95% pada September 2022 merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2015 dengan inflasi 6,25%.

Baca Juga: BPS Sebut Dampak Kenaikan Harga BBM hanya Berlangsung 2 Bulan
Warning! Kenaikan Harga BBM Sebabkan Harga Barang Lain Ikut Melonjak

Dalam rinciannya, Margo mengatakan kenaikan bensin sebesar 31,9 persen dan memberikan andil sebesar 1,13 persen. Kemudian, solar naik 33,01 persen dan andilnya terhadap keseluruhan sebesar 0,04 persen.

Selanjutnya, Angkutan udara juga mengalami kenaikan sebesar 49,66 persen dan andil inflasi sebesar 0,39 persen. Kemudian ada bahan bakar rumah tangga, tarif angkutan antar kota, tarif kendaraan roda dua online dan tarif kendaraan roda empat online.

Video Terkait