Siap-siap Nih, Pembatasan Penggunaan BBM Subsidi Akan Dijalankan

Ilustrasi BBM. (Foto: Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 5 Oktober 2022 | 12:30 WIB

Sariagri - Pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pembatasan pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi khususnya Jenis BBM Penugasan (JBKP) seperti Pertalite dan Solar Subsidi akan segera dijalankan.

Pembatasan Pertalite dan Solar Subsidi diberlakukan agar penggunaan kedua BBM subsidi tersebut bisa lebih tepat sasaran, disesuaikan dengan kriteria yang akan diberlakukan oleh pemerintah dan juga PT Pertamina (Persero).

Saat ini, pembatasan penggunaan Pertalite dan Solar Subsidi belum berjalan lantaran masih menunggu terbitnya Revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menyebutkan bahwa revisi Perpres 191/2014 tetap dibutuhkan. Lantas pemerintah terus mengkaji revisi Perpres tersebut untuk pembatasan Pertalite dan Solar Subsidi ini.

"Masih (dibahas), kan harus ada, segera," ungkap Menteri Arifin di Jakarta.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji menyebutkan bahwa, koordinasi mengenai revisi Perpres 191/2014 lintas kementerian.

Baca Juga: Siap-siap Nih, Pembatasan Penggunaan BBM Subsidi Akan Dijalankan
Hari Ini, Cuma Pertamax yang Turun, Lainnya Malah Naik

"Masih di Kementerian BUMN (revisi Perpres). Jadi kondisinya kita masih diskusi antar kementerian," ungkap Tutuka.

Tutuka meyakini, aturan tersebut bukan hanya bicara soal pembatasan melainkan supaya penggunaan BBM subsidi bisa lebih tepat sasaran. Makanya, kata Tutuka, penggunaan BBM tepat sasaran ini perlu dilakukan.

"Sekarang lagi dikaji, perlu digarap bersama antar kementerian," papar Tutuka.

Sayangnya, Tutuka belum memberitahu kapan pelaksanaan pembatasan Pertalite akan dijalankan. Jelasnya, pihaknya sudah memiliki konsep atas pembatasan tersebut.

"Kita sudah punya konsep," tutup Tutuka.

Video Terkait