Hadapi Krisis Energi, Prancis Setop Air Panas pada Fasilitas Publik

Ilustrasi pipa gas. (Foto: Pixabay)

Editor: Dera - Jumat, 7 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Sariagri - Kementerian Energi Prancis mengatakan negaranya akan mematikan air panas di toilet umum dan fasilitas publik lainnya. Pemerintah Prancis juga mendorong pengurangan suhu air di kolam renang sebesar 1 derajat Celcius sebagai bagian dari rencana mengurangi konsumsi energi.

Mengutip Reuters, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan langkah-langkah penghematan energi di berbagai sektor. Aturan tersebut dirancang untuk menghindari pemadaman listrik atau kekurangan pasokan gas selama musim dingin.

Langkah-langkah penghematan tersebut di antaranya dengan mengimbau industri, rumah tangga, dan otoritas kota untuk memangkas konsumsi energi sebesar 10 persen. Penghematan juga sebagai tanggapan atas pemotongan pasokan gas dari Rusia dan kenaikan harga energi.

Surat kabar Le Parisien melaporkan, produksi air panas di gedung-gedung administrasi menyumbang 10 persen dari tagihan energi Prancis. Di mana layanan administrasi mempekerjakan lebih dari lima juta orang.

Dengan krisis energi yang membayangi Eropa, Prancis memiliki gerakan 'la sobriete energetique' atau efisiensi energi sebagai pilar kebijakan utama untuk menghindari krisis listrik negara yang diperparah dengan pemadaman reaktor nuklir.

"Pemerintah akan meminta pekerja sektor publik agar melakukan perjalanan dengan kereta api untuk perjalanan di bawah empat jam dibandingkan menggunakan pesawat," kata seorang sumber pemerintah.

Seorang penasihat Menteri Transportasi mengatakan, Kementerian Transportasi Prancis sedang mengerjakan rencana untuk menawarkan orang-orang yang lebih mampu agar bisa memberikan tumpangan mobil.

Pemerintah juga akan meluncurkan kampanye komunikasi publik untuk mengajak warga menghemat energi di segala aspek kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Hadapi Krisis Energi, Prancis Setop Air Panas pada Fasilitas Publik
Kritik AS, Jerman Mulai Kesal Harga Gas Makin Mahal

Presiden Macron juga berjanji untuk mengurangi konsumsi energi Prancis hingga 40 persen pada 2050. Hal tersebut guna memenuhi janji yang dibuat dalam perjanjian internasional untuk memerangi perubahan iklim.

"Ini membutuhkan perubahan yang langgeng dalam kebiasaan dan perilaku kita," ungkap Kementerian Energi dalam sebuah pernyataan.