Antisipasi Krisis Energi, Warga Ukraina Diminta Cas Semua Barang Elektronik

Ilustrasi lampu (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 20 Oktober 2022 | 17:30 WIB

Sariagri - Demi mengantisipasi krisis energi akibat serangan misil Rusia, perusahaan energi milik pemerintah Ukraina telah meminta kepada warga Ukraina untuk mengecas semua barang elektronik yang mereka punya sebelum Kamis (20/10/2022).

"Pemadaman hingga empat jam akan mempengaruhi seluruh negara pada hari Kamis," kata operator jaringan, Ukrenergo, dikutip dari BBC.

Dalam persiapan untuk pemadaman, Ukrenergo telah mengimbau warga Ukraina untuk memasok persediaan air dan memastikan mereka memiliki pakaian yang hangat. Ukrenergo menambahkan, serangan Rusia yang mengincar fasilitas energi meningkat drastis pada 10 hari terakhir.

Sebelumnya, Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan 30 persen pembangkit listrik Ukraina telah dihancurkan oleh serangan udara Rusia. Ukrenergo mengatakan ada lebih banyak serangan terhadap fasilitas listrik dalam 10 hari terakhir daripada di seluruh periode sebelumnya sejak invasi Rusia pada 24 Februari.

"Besok (kamis) kami akan menerapkan pembatasan konsumsi yang terkontrol dan diperhitungkan, yang harus kami lakukan, untuk memastikan sistem berfungsi secara seimbang," kata pernyataannya di media sosial.

Ukrenergo mengatakan pemadaman listrik dapat terjadi "di seluruh Ukraina dari pukul 7 pagi hingga 10 malam" dan menyarankan warga untuk memeriksa situs web operator jaringan regional untuk melihat di mana dan kapan tepatnya.

Pemadaman listrik secara sporadis telah mempengaruhi beberapa bagian ibukota Kyiv dan banyak wilayah Ukraina . Rudal Rusia telah merusak infrastruktur di seluruh Ukraina, termasuk kota-kota seperti Lviv di barat yang jauh dari pertempuran.

Baca Juga: Antisipasi Krisis Energi, Warga Ukraina Diminta Cas Semua Barang Elektronik
Bangun Infrastruktur Listrik, PLN Terima Rp24,6 T

Pihak berwenang telah mendesak warga Ukraina untuk mengurangi penggunaan listrik mereka di malam hari. "Kami tidak menutup kemungkinan bahwa dengan mulainya cuaca dingin, kami akan lebih sering meminta bantuan Anda," kata Ukrenergo.

Para pemimpin Barat mengutuk serangan infrastruktur tersebut.

"Serangan Rusia terhadap infrastruktur sipil, terutama listrik, adalah kejahatan perang," cuit Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen.