Kualitas Udara di Jakarta Membaik Setelah Kenaikan Harga BBM

Ilustrasi - Kota Jakarta. (Antara)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 8 November 2022 | 15:00 WIB

Sariagri - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan bahwa kualitas udara di Jakarta membaik setelah pemerintah keluarkan kebijakan untuk menaikkan harga BBM beberapa waktu lalu. Direktur Pencemaran Udara KLHK Luckmi Purwandari mengatakan bahwa data tersebut diperoleh berdasarkan pemantauan kualitas udara pada 5 stasiun yang ada di Jakarta.

"Kami mendata kualitas udara di Jakarta ini ada 5 stasiun ya. Peralatan pemantauannya ada dari DKI Jakarta dan juga KLHK. Kami mencatat dari bulan September sejak adanya kenaikan BBM subsidi sampai saat ini selama 65 hari kecenderungan kualitas udara membaik. Jadi ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) yang tercatat di kami itu nilainya menurun. Kelihatannya trennya membaik kualitas udaranya," kata Luckmi dalam sebuah diskusi publik berjudul 'Pengendalian BBM Bersubsidi Tepat Sasaran di Wilayah DKI Jakarta', Selasa (8/11).

Menurut Luckmi, ada dual penyebab kualitas udara di Jakarta membaik. Ia mengatakan dengan adanya kenaikan harga BBM, maka masyarakat mulai beralih ke kendaraan umum. Kemudian, adanya tren perbaikan kualitas udara yang membaik juga disebabkan pemilihan BBM yang digunakan lebih baik.

"Banyak masyarakat merasa BBM mahal terus menggunakan kendaraan umum. Bisa juga bbm yang dipakai saat ini lebih baik kualitasnya, jadi pengaruhnya bagus. Cuma berapa lama dibutuhkan waktu sehingga kualitas udara betul-betul membaik perlu waktu lagi untuk melihat. Saya pikir beberapa bulan lagi," ujarnya.

Baca Juga: Kualitas Udara di Jakarta Membaik Setelah Kenaikan Harga BBM
Kelompok Peduli Lingkungan Minta Tesla Setop Investasi Nikel di Indonesia

Lebih lanjut, Luckmi menyampaikan ada faktor lain yang bisa mempengaruhi kualitas udara yaitu kendaraan bermotor yang beroperasi saat ini. Menurutnya, kendaraan yang diproduksi di atas 2016 memiliki emisi lebih rendah. Masyarakat juga bisa melakukan uji emisi berkala pada kendaraan bermotornya masing-masing untuk mengetahui kesesuaian antara emisi yang dihasilkan dan standar pemerintah.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat dapat berperan mengurangi pencemaran udara dengan menggunakan kendaraan umum atau berjalan kaki atau naik sepeda apabila bermobilitas jarak rendah.