Amankan Pasokan, Jerman dan Polandia Ambil Alih Perusahaan Energi Rusia

Ilustrasi pipa gas. (Foto: Pixabay)

Editor: Dera - Sabtu, 19 November 2022 | 11:00 WIB

Sariagri - Jerman dan Polandia mengumumkan pengambilalihan terpisah perusahaan gas alam yang memiliki hubungan dengan perusahaan energi Rusia, Gazprom. Langkah tersebut ditujukan untuk mengamankan pasokan energi saat Eropa berjuang menghadapi krisis energi terkait dengan invasi Rusia ke Ukraina.

Mengutip AFP, Jerman mengatakan bahwa telah menasionalisasi mantan anak perusahaan Gazprom, beberapa bulan setelah ditempatkan di bawah kendali sebuah badan pemerintah. Nasionalisasi ini pertama kalinya dalam industri energi sejak invasi Rusia ke Ukraina.

Pemerintah Jerman menjelaskan bahwa ada beban utang perusahaan yang telah berganti nama menjadi Securing Energy for Europe (SEFE). Pihak Jerman juga mengatakan pengambilalihan mencegah bahaya kebangkrutan dan memastikan bahwa itu terus berjalan. 

Kementerian Ekonomi mengatakan bahwa SEFE, yang terlibat dalam perdagangan, transportasi dan penyimpanan gas alam di Jerman dan negara-negara tetangga, adalah perusahaan kunci untuk pasokan energi Jerman.

Baca Juga: Amankan Pasokan, Jerman dan Polandia Ambil Alih Perusahaan Energi Rusia
Hindari Krisis Energi, Uni Eropa Didorong Usulkan Batas Harga Gas Alam

Sementara itu Pemerintah Polandia, mengatakan mengambil "pengelolaan wajib sementara" dari saham Gazprom dalam sistem pipa gas Yamal di wilayah Polandia. Dikatakan pengambilalihan itu diperlukan untuk keamanan energi negara dan memastikan kelancaran pengambilan keputusan di perusahaan yang vital untuk aliran gas.

Jerman, importir utama gas Rusia, belum menerima gas dari Rusia sejak akhir Agustus, sementara Polandia sejak April. Menteri Pengembangan dan Teknologi Polandia Waldemar Buda mengatakan pengambilalihan manajemen diperlukan untuk memastikan berfungsinya perusahaan pipa EuRoPol Gaz, yang dimiliki oleh PAO Gazprom dan raksasa energi Polandia PKN Orlen.