Sebelum Larangan Berlaku, Eropa Bergegas Penuhi Stok Diesel asal Rusia

Ilustrasi - Minyak bumi.(Piqsels)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 21 November 2022 | 19:30 WIB

Sariagri - Perusahaan bahan bakar di Eropa bergegas memenuhi tangki mereka dengan bahan bakar diesel asal Rusia. Hal tersebut dilakukan sebelum larangan Uni Eropa berlaku dalam keadaan sumber alternatif masih terbatas. 

Mengutip Reuters, Pada 5 Desember 2022 Uni Eropa akan mengambil langkah terkuatnya untuk membatasi impor bahan bakar dari Rusia. Pada tanggal tersebut, larangan Uni Eropa atas impor minyak mentah lintas laut mulai berlaku. Larangan minyak mentah akan diikuti pada 5 Februari 2023 dengan larangan impor produk minyak sulingan.

Muatan diesel Rusia yang ditujukan untuk wilayah penyimpanan Amsterdam, Rotterdam, dan Antwerp (ARA) sebanyak 215.000 barel per jam dari 1 November hingga 12 November 2022. Jumlah tersebut naik 126 persen dibandingkan Oktober 2022. 

Dengan beberapa alternatif hemat biaya langsung, diesel dari Rusia mencapai 44 persen dari total impor bahan bakar di Eropa pada November 2022. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan 39 persen pada Oktober, menurut data Refinitiv. 

Meskipun ketergantungan Eropa pada bahan bakar diesel asal Rusia telah turun lebih dari 50 persen sebelum invasi ke Ukraina, Rusia masih merupakan pemasok bahan bakar diesel terbesar di Eropa. 

Baca Juga: Sebelum Larangan Berlaku, Eropa Bergegas Penuhi Stok Diesel asal Rusia
Amankan Pasokan, Jerman dan Polandia Ambil Alih Perusahaan Energi Rusia

Bahan bakar diesel Rusia yang sedang dikirim ke tangki ARA kemungkinan akan terjual cepat akibat dari kemunduran dalam ketersediaannya saat ini. ICE Futures Europe (perusahaan yang memperdagangkan kontrak berjangka dan kontrak opsi untuk minyak mentah, gas alam, listrik, batubara, dan emisi) sudah melarang diesel rendah sulfur asal Rusia menjelang sanksi Uni Eropa. 

Diesel asal Rusia masih dapat tiba di tangki penyimpanan pada Desember 2022, tetapi harus dipindahkan ke tangki lain yang tidak dapat dilakukan pengiriman, menurut ICE. Beberapa pelaku pasar memperkirakan dampak kecil dari langkah ICE, mengingat tingkat penyimpanan yang rendah di ARA untuk bahan bakar diesel Rusia dan non-Rusia serta penurunan volume pengiriman.