Bantu Korban Gempa Cianjur, DPR Minta PLN Pastikan Pasokan Listrik di RS

Ilustrasi energi listrik. (pixabay)

Editor: Dera - Selasa, 22 November 2022 | 13:45 WIB

Sariagri - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta PT PLN (Persero) segera membentuk tim siaga bencana untuk membantu korban gempa di Cianjur, Jawa Barat dengan kekuatan M 5,6 yang terjadi pada Senin (21/11/2022) siang. Tim tersebut harus dapat menyediakan listrik di rumah sakit dan posko-posko penampungan korban gempa. Menurutnya, keberadaan listrik ini sangat penting agar kegiatan pertolongan dapat dilaksanakan dengan baik.

"Kami turut prihatin atas musibah gempa yang terjadi di Cianjur. Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar bantuan kepada para korban dapat disalurkan segera. Termasuk soal keberadaan jaringan listrik, baik untuk keperluan rumah sakit, posko penampungan atau di rumah-rumah korban. Kami akan berkoordinasi dengan PLN agar kebutuhan listrik di wilayah bencana dapat terpenuhi," kata Mulyanto dalam keterangan tertulisnya. 

Politisi PKS itu menyebutkan PLN perlu menyiagakan semua sumberdaya untuk melayani korban gempa Cianjur. Selain itu tim juga harus memastikan keberadaan sambungan listrik di rumah masyarakat aman dan tidak membahayakan masyarakat. Jika perlu PLN membentuk posko layanan bagi para korban gempa yang membutuhkan bantuan terkait penerangan dan kelistrikan.

"Menghadapi kondisi seperti ini PLN harus bisa bergerak cepat. Segera kerahkan semua potensi yang ada agar masyarakat dapat terbantu,” pesan Mulyanto.

Mulyanto menambahkan, belajar dari pengalaman penanganan bencana di beberapa daerah, peran PLN sangat penting. PLN di bawah koordinasi tim penanggulangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan diminta menyediakan pasokan listrik di titik-titik yang diperlukan.

Baca Juga: Bantu Korban Gempa Cianjur, DPR Minta PLN Pastikan Pasokan Listrik di RS
DPR Wanti-wanti Pemerintah: Jangan Sampai Kompor Induksi Bikin Rakyat Susah

“Pasokan listrik tersebut sangat dibutuhkan untuk keperluan pengobatan, komunikasi, penerangan bahkan transportasi," pungkas Legislator Dapil Banten III itu.

Melansir laman resmi DPR RI, gempa bumi berkekuatan M 5,6 berpusat di Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022). Gempa itu merobohkan sejumlah bangunan, pohon dan membuat akses jalan terputus.Bencana tersebut telah menewaskan puluhan orang meninggal dunia dan 700 orang mengalami luka-luka. Sekitar 70 persen korban mengalami luka berat. BMKG mengabarkan, setidaknya terjadi 25 gempa susulan usai gempa M 5,6 itu.