Meski Hemat Energi, DPR Kritik Mahalnya Harga Kendaraan Listrik

Ilustrasi kendaraan listrik (Pixabay).

Editor: Dera - Rabu, 23 November 2022 | 13:00 WIB

Sariagri - Anggota Komisi VII DPR RI Zulfikar Hamonangan menilai harga Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang beredar di pasaran cukup mahal.

Padahal, seharusnya kendaraan listrik bisa menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia di tengah harga bahan bakar minyak (BBM) yang melambung tinggi, khususnya Pertalite yang belum lama ini harganya dinaikkan oleh pemerintah. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sendiri mencatat, per 17 November 2022 sudah ada 33.810 unit KBLBB.

“Di saat harga Pertalite melambung tinggi, harusnya solusi satu-satunya yang didapat masyarakat adalah mendapatkan motor listrik yang murah. Namun, harga mobil listrik itu berkisar Rp700 juta paling murah, motor listrik di atas Rp20 juta. Di saat aset kita dalam bentuk bahan baku nikel sedang baik-baik saja, kenapa kita belum bisa mengatur pengusaha dan pemerintah membuat kebijakan untuk menekan harga jual kendaraan tersebut?” ungkapnya dalam keterangan tertulis. 

Melansir laman resmi DPR RI, Politisi Partai Demokrat itu berharap adanya konsep tentang kendaraan listrik apa yang bisa dirasakan masyarakat saat ini. Zulfikar juga menyoroti bagaimana target dan kewajiban penggunaan kendaraan listrik nantinya di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Baca Juga: Meski Hemat Energi, DPR Kritik Mahalnya Harga Kendaraan Listrik
Pasokan Listrik Surplus, Momentum RI Percepat Transisi Energi Terbarukan

Sekadar informasi, sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) semoat mengatakan bahwa Indonesia ingin melakukan transisi besar-besaran dari mobil yang menggunakan bahan bakar fosil ke mobil listrik yang ramah lingkungan.

Oleh karena itu, pihaknya mengatakan kendaraan listrik harus menjadi moda transportasi utama di tanah air. Termasuk menjadi tumpuan untuk transportasi ramah lingkungan yang dikembangkan juga nantinya di Ibu Kota Negara Nusantara.

Video Terkait