Legislator Dukung Transisi Energi Baru dan Terbarukan yang Adil

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. (dpr.go.id/nvl)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 23 November 2022 | 17:30 WIB

Sariagri - Anggota Komisi VII DPR Mulyanto mendukung penuh pelaksanaan transisi energi dari fosil ke energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia, sepanjang hal tersebut memberikan keadilan pemanfaatan energi bagi masyarakat luas.

"Saat ini, masih ada 196 desa di Indonesia bagian timur termasuk di Kalimantan Tengah yang belum mendapatkan listrik yang stabil. Kalaupun mendapatkan listrik tidak bisa 24 jam. Sementara di Jawa-Sumatera surplus, artinya ada gap," ujar Mulyanto dalam diskusi publik Indef secara daring di Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Ia juga menekankan pihaknya mendukung upaya transisi energi termasuk inovasi-inovasi EBT, produksi energi baru selama harga listrik terjangkau bagi masyarakat.

"Jangan sampai kita mengintroduksikan EBT, lalu harganya mahal, subsidi menjadi meningkat," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan jargon yang muncul sekarang ini adalah energi bersih itu mahal, sehingga menjadi tantangan bagi Indonesia dalam mewujudkan energi bersih yang murah.

Baca Juga: Legislator Dukung Transisi Energi Baru dan Terbarukan yang Adil
Soal RUU Energi Terbaru, Legislator: Presiden Jangan Keseringan Langgar UU!

"Kita inginkan bahwa ketenagalistrikan itu dikuasai negara dan diusahakan oleh PT PLN, kita tetap masih menginginkan BUMN kelistrikan ini kokoh, kuat dan bisa melayani masyarakat dengan harga murah terjangkau, andal, bersih, itulah harapan kita," ujarnya.

Dari sisi regulasi, DPR mendukung transisi energi melalui inisiatif pengajuan Rancangan Undang-Undang tentang Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET) dengan harapan mampu memberikan payung hukum agar energi baru terbarukan menjadi kokoh secara regulasi di Indonesia.

Video Terkait