Stok Bensin AS Melambung, Harga Minyak Mentah Anjlok Lebih dari 3 Persen

Ilustrasi - Ladang minyak BP Eastern Trough Area Project (ETAP) di Laut Utara, sekitar 100 mill dari Aberdeen Skotlandia. (Antara/Reuters/Andy Buchanan/am).

Editor: Yoyok - Kamis, 24 November 2022 | 07:00 WIB

Sariagri - Harga minyak jatuh lebih dari 3 persen, Rabu (23/11) atau Kamis (24/11) pagi WIB, melanjutkan serangkaian perdagangan yang bergejolak, karena negara-negara Group of Seven (G7) mempertimbangkan batasan harga minyak Rusia di atas tingkat pasar saat ini dan persediaan bensin di Amerika Serikat melonjak lebih dari ekspektasi analis.

Minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman Januari, patokan internasional, ditutup merosot 2,95 dolar AS atau 3,3 persen menjadi 85,41 dolar AS per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, menyusut 3,01 dolar AS atau 3,7 persen menjadi 77,94 dolar AS per barel. Pada awal perdagangan, kedua kontrak melesat lebih dari 1 dolar AS per barel.

Badan Informasi Energi (EIA) menyatakan stok bensin AS melejit 3,1 juta barel, jauh melebihi kenaikan 383.000 barel yang diperkirakan para analis.

"Peningkatan bensin itu agak mengejutkan. Lonjakan pasokan bensin menunjukkan mungkin kita melihat permintaan melemah atau bensin akan meningkat menjelang liburan," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group. 

Data EIA juga menunjukkan penarikan persediaan minyak mentah sebesar 3,7 juta barel, dibandingkan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan 1,1 juta barel.

Harga terpukul lebih lanjut oleh laporan bahwa batas harga G7 pada minyak Rusia bisa berada di atas level yang diperdagangkan.

“Negara-negara G7 melihat batas harga minyak Rusia di kisaran 65-70 dolar AS,” menurut seorang pejabat Eropa.

Data Refinitiv menunjukkan harga minyak mentah Ural yang dikirim ke Eropa barat laut diperdagangkan sekitar 62-63 dolar AS, lebih tinggi di Mediterania sekitar 67-68 dolar AS.

Karena biaya produksi diperkirakan sekitar 20 dolar AS per barel, pembatasan tersebut masih akan menguntungkan bagi Rusia untuk menjual minyaknya dan dengan cara ini mencegah kekurangan pasokan di pasar global.

Baca Juga: Stok Bensin AS Melambung, Harga Minyak Mentah Anjlok Lebih dari 3 Persen
Harga Minyak Anjlok, Jaringan Pipa Rusia Dibuka Kembali

Pejabat senior Departemen Keuangan Amerika, Selasa, mengatakan pembatasan harga tersebut mungkin akan disesuaikan beberapa kali dalam setahun.

Berita itu menambah kekhawatiran tentang permintaan dari importir minyak mentah utama China, yang bergulat dengan lonjakan kasus Covid-19, dengan aturan pengetatan Shanghai.

Video Terkait