Soal Transisi Energi, DPR: Pemerintah Tak Konsisten Manfaatkan Gas Bumi

Ilustrasi gas bumi sebagai jembatan transisi energi. (Antara)

Editor: Dera - Kamis, 24 November 2022 | 10:00 WIB

Sariagri - Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengkritik perhatian pemerintah terhadap eksplorasi gas bumi atau liquefied natural gas (LNG). Pihaknya menyebut pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak fokus terhadap pemanfaatan sumber daya alam tersebut. Menurutnya, gas bumi seharusnya menjadi fokus utama bagi Pemerintah Indonesia, karena potensinya besar.

“Saya lihat rezim saat ini (Pemerintahan Presiden Jokowi) kurang begitu konsisten di dalam hal pemanfaatan gas bumi. Terbukti kalau kita lihat sekarang, dengan serta merta beralih misalnya dari sisi transportasi ke listrik,” kata Sugeng kepada awak media, di sela-sela menghadiri 3rd International Convention of Indonesia Upstream Oil and Gas 2022 (IOG 2022) di Bali Nusa Dua Convention Centre, Kuta, Bali, Rabu (23/11/2022).

Politisi Partai NasDem itu mengatakan, gas bumi bisa dimanfaatkan untuk transisi energi menuju net zero emission (NZE) pada 2060. Apalagi, menurut Sugeng, cadangan gas bumi di Tanah Air cukup banyak. Bahkan ditemukan titik-titik eksplorasi baru, seperti di Aceh.

Untuk mendukung pemanfaatan gas bumi ini, Sugeng pun lebih sepakat apabila Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas (RUU Migas) diubah menjadi RUU Gasmi. “Karena banyak sekali yang akan kita atur urusan-urusan gas,” imbuhnya.

Sugeng optimis RUU Migas akan disahkan tahun depan. Menurut Legislator Dapil Jawa Tengah VIII itu, beleid tersebut bisa memberikan kepastian investasi yang jauh lebih baik bagi industri migas. Sugeng menyadari sektor migas memerlukan investasi jumbo dan alih teknologi, apalagi untuk transisi energi. Ia menjelaskan gas bumi juga bisa menjadi energi bersih dan digunakan untuk bauran energi baru dan energi terbarukan (EBET)

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menjelaskan potensi gas bumi cair (LNG) di Indonesia sangat besar. Rencananya, SKK Migas bakal mendesain jaringan pipa LNG tersebut untuk memenuhi kebutuhan sejumlah industri di Tanah Air.

“LNG ada yang besar-besar seperti misalnya sekarang kita punya di Papua, Bontang, Sulawesi. Ke depannya kita akan punya proyek-proyek LNG cukup besar juga yaitu di Abadi Masela,” ujar Dwi.

Baca Juga: Soal Transisi Energi, DPR: Pemerintah Tak Konsisten Manfaatkan Gas Bumi
Soal Pengawasan BBM Subsidi, BPH Migas Diminta Tunjukkan 'Taringnya'

Selain itu, lanjut Dwi, pihaknya juga menemukan titik eksplorasi baru di Andaman, Aceh Utara. SKK Migas juga akan menghidupkan kembali Arun LNG Plant. Dengan begitu, ia yakin berbagai temuan dan potensi gas bumi bisa mengamankan kebutuhan gas dalam negeri sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk menjamin kebutuhan.

“Jadi potensi Indonesia sangat bagus untuk memenuhi kebutuhan LNG dunia nantinya,” kata Dwi, seperti dilansir dari laman resmi DPR RI.

Video Terkait