Minyak Stabil, Proposal Batasan Harga Rusia Redakan Kekhawatiran Suplai

Ilustrasi kilang minyak. (pixabay)

Editor: Yoyok - Jumat, 25 November 2022 | 08:00 WIB

Sariagri - Harga minyak mentah relatif stabil, Kamis (24/11) atau Jumat (25/11) pagi WIB, melayang di dekat level terendah dua bulan. Ini terjadi karena level pembatasan yang diusulkan G7 terhadap harga minyak Rusia menimbulkan keraguan tentang seberapa besar hal itu akan membatasi pasokan.

Melonjaknya stok bensin Amerika dari perkiraan serta melebarnya kontrol Covid-19 di China juga menambah tekanan pada harga minyak mentah.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman Januari, patokan internasional, ditutup turun tipis tujuh sen atau 0,08 persen menjadi 85,34 dolar AS per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), naik dua sen menjadi 77,96 dolar AS per barel pada pukul 03.15 WIB.

Volume perdagangan relatif tipis karena liburan Thanksgiving di Amerika Serikat.

Kedua tolok ukur itu anjlok lebih dari 3 persen pada penutupan Rabu, didorong berita pembatasan harga yang direncanakan terhadap minyak Rusia bisa berada di atas tingkat pasar saat ini.

Negara-negara Uni Eropa terpecah dalam menentukan tingkat Batasan harga minyak Rusia guna mengekang kemampuan Moskow untuk membiayai perangnya di Ukraina tanpa menyebabkan guncangan pasokan minyak global.

Kelompok negara G7 mempertimbangkan batasan harga minyak Rusia di 65-70 dolar AS per barel, tutur pejabat Eropa, meski negara-negara Uni Eropa belum menyetujui harga.

Pembatasan harga yang lebih tinggi dapat membuatnya menarik bagi Rusia untuk terus menjual minyaknya, mengurangi risiko kekurangan pasokan di pasar minyak global.

Sejumlah penyulingan India membayar setara dengan diskon sekitar 25-35 dolar AS per barel untuk Brent atas minyak mentah Ural Rusia, kata narasumber. Ural adalah minyak mentah ekspor utama Rusia.

"Pembatasan harga Rusia adalah katalis lain yang berfungsi untuk mendorong harga lebih rendah selama beberapa hari terakhir," kata Bart Melek, analis TD Securities, menambahkan bahwa dia cukup bullish dalam minyak meski ada sejumlah hambatan.

Baca Juga: Minyak Stabil, Proposal Batasan Harga Rusia Redakan Kekhawatiran Suplai
Stok Bensin AS Melambung, Harga Minyak Mentah Anjlok Lebih dari 3 Persen

Harga minyak juga berada di bawah tekanan setelah Badan Informasi Energi (EIA) mengatakan stok bensin dan distilat Amerika meningkat secara substansial pekan lalu.

Tetapi persediaan minyak turun 3,7 juta barel menjadi 431,7 juta barel dalam seminggu hingga 18 November, dibandingkan ekspektasi untuk penyusutan 1,1 juta barel dalam jajak pendapat Reuters.

Video Terkait