Harga BBM Mahal, Pria Ini Produksi Kendaraan dengan Bahan Bakar Alternatif

Ilustrasi Mobil Listrik (Techxplore)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 25 November 2022 | 15:15 WIB

Sariagri - Para pekerja industri di Lebanon tengah mengupayakan untuk memproduksi kendaraan dengan bahan bakar alternatif. Mereka mengupayakan hal ini di tengah krisis energi yang parah di negara tersebut.

Hisham Houssami adalah salah satunya. Pria berusia 46 tahun itu membuat Mobil hybrid yang diberi nama "Lira", seperti nama mata uang Lebanon, dirancang oleh Houssami yang sebelumnya merupakan produsen peralatan industri. Lira dapat ditenagai oleh listrik atau melalui panel surya.

Hisham mengatakan ide merancang dan membuat mobil sendiri terlintas saat melihat kesulitan warga Lebanon mendapatkan bahan bakar untuk mobil mereka di tengah kelangkaan energi akibat krisis keuangan.

"Sayangnya warga Lebanon hampir tidak mampu membeli bensin, dan bahkan lebih menyakitkan lagi melihat orang-orang menderita demi mengakses komoditas itu dari waktu ke waktu," ujar Houssami, dikutip dari Xinhua.

Di Lebanon, harga 20 liter bensin dapat mencapai sekitar 800.000 pound Lebanon atau berkisar Rp8 juta. Houssami mengatakan bahwa saat ini dia memiliki tim yang terdiri dari tujuh hingga 10 pekerja tetap yang mengerjakan mobil baru itu, sementara dirinya mengawasi proses produksi.

"Sayangnya, kami tidak memiliki teknisi mobil di Lebanon, tetapi pengalaman saya dalam memproduksi peralatan industri membuat pekerjaan ini memungkinkan bagi saya," kata Houssami.

Baca Juga: Harga BBM Mahal, Pria Ini Produksi Kendaraan dengan Bahan Bakar Alternatif
Telan Investasi USD 6 Miliar, RI Bakal Punya PLTS Terbesar di Dunia?

Industrialis itu berencana meluncurkan kendaraan listriknya tahun ini pada musim Natal dan Tahun Baru dengan harga kurang dari 10.000 dolar AS. Houssami telah memasang beberapa iklan di kanal media sosial yang meminta lebih banyak orang untuk bergabung dengan pabrik mobil barunya.

Houssami mengatakan bahwa Lebanon memiliki sumber daya manusia yang sangat terampil, dan dia ingin memberikan kesempatan kepada para lulusan muda untuk bekerja di Lebanon alih-alih meninggalkan negara itu untuk mencari peluang kerja.

Video Terkait