Konsumsi BBM di Bali Turun 4 Persen Selama KTT G20

Mobil listrik untuk delegasi KTT G20 (Youtube/Sekretariat Presiden)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Sabtu, 26 November 2022 | 17:00 WIB

Sariagri - Sepanjang acara KTT G20, konsumsi BBM di Bali tercatat mengalami penurunan sekitar 4 persen dari rata-rata Normal 3.948 KL menjadi 3.805 KL. Sedangkan LPG mengalami kenaikan 6% dari rata-rata Normal 763 MT menjadi 808 MT.

Sales Area Manager dari Pertamina Patra Niaga regional Jatimbalinus, Gustu Anggara mengatakan bahwa penurunan angka tersebut sebagai komitmen mendukung Pemerintah untuk penggunaan energi bersih pada pelaksanaan KTT G20 di Bali, 15-16 November lalu.

"Kami mendukung program transisi energi dengan menghadirkan Charging Station untuk bus listrik yang membawa tamu delegasi berbagai negara, disamping juga terdapat Battery Swapping Station yang memudahkan para ojek online dalam beraktifitas selama perhelatan G20,” ujarnya dalam keterangan tertulis, beberapa waktu lalu.

Terdapat 962 unit kendaraan listrik yang digunakan untuk menunjang kegiatan dan mobilitas para delegasi negara selama KTT G20 di Nusa Dua, Bali. Dari jumlah tersebut, sekitar 838-nya merupakan mobil listrik. Sisanya, 26 unit bus listrik dan hampir 454 unit merupakan sepeda motor listrik.

Tak hanya Charging Station, SPBU GES juga didukung dengan keberadaan PV Solar System yang dapat menyuplai kebutuhan listrik untuk operasional SPBU tersebut.

Di sisi lain, untuk kebutuhan avtur pesawat delegasi dari 19 negara dan perwakilan Uni Eropa, Pertamina Patra Niaga juga memastikan stok mencukupi.

”Pemimpin dari masing-masing negara ini kan membawa pesawat sendiri-sendiri. Sudah kami antisipasi untuk menyediakan avtur agar kebutuhannya bisa dilayani,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Deden Mochammad Idhani.

Baca Juga: Konsumsi BBM di Bali Turun 4 Persen Selama KTT G20
Mengenal 8 Jenis BBM di Indonesia dan Perbedaannya

Selama periode KTT G20, konsumsi avtur di bandara pendukung mengalami peningkatan sebesar 18 persen. Tidak hanya bandara Ngurah Rai, tapi juga di bandara Juanda, Lombok dan Banyuwangi.

"Di periode event G20, konsumsi avtur di 4 bandara tersebut secara total meningkat dari konsumsi normal sebesar 1819 KL per hari menjadi 2139 KL per hari. Kenaikan terbesar terjadi di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali dan Juanda, Surabaya,” jelasnya.