Tekan Impor BBM, DPR Minta Pemanfaatan LNG Dioptimalkan

Ilustrasi pengisian bahan bakar gas (BBG) . (esdm.go.id)

Editor: Dera - Senin, 28 November 2022 | 22:00 WIB

Sariagri - Anggota Komisi VII DPR RI Yulian Gunhar mendorong pemerintah memanfaatkan potensi gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) guna mendukung transisi energi nasional. Gunhar menilai pemerintah harus lebih serius merancang grand design transisi energi nasional dengan beralih dari energi fosil ke energi bersih berupa LNG.

Menurutnya transisi energi bisa menjadi momentum bagi SKK Migas untuk memanfaatkan potensi besar LNG di Indonesia sebagai sumber energi baru sehingga negara tidak bergantung pada impor BBM.

“Selama ini kita surplus produksi Liquified Natural Gas (LNG), di mana hingga kuartal I-2022 telah mencapai 42 kargo, yang berasal dari Kilang Tangguh Bontang yakni 20,4 kargo. Dari total produksi itu, digunakan untuk kebutuhan domestik mencapai 27,4 kargo dan ekspor 14,6 kargo,” ujar Gunhar dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Gunhar, Indonesia kini juga punya ladang LNG cukup besar, seperti di Papua, Bontang, Sulawesi. Selain itu, ke depan bakal ada proyek-proyek LNG cukup besar, yakni di Abadi Masela, serta temuan baru di Andaman, Aceh Utara dan menghidupkan kembali Arun LNG Plant.

Dengan potensi gas bumi yang besar tersebut, kata politisi PDI-Perjuangan itu, SKK Migas harus mampu memanfaatkan momentum transisi energi dengan meningkatkan produksi LNG, serta memastikan ketersediaan untuk kebutuhan domestik dan ekspor tercukupi.

Gunhar mengatakan LNG memegang peran penting dalam transisi menuju energi bersih. Sebab, dibanding sumber energi lain, gas alam dikenal memiliki tingkat karbon dioksida rendah sehingga lebih ramah lingkungan. Kemudian, peran LNG ke depan akan sangat penting karena naiknya permintaan gas alam seiring dengan situasi global.

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di negara Asia dan berkembang lainnya juga dinilai akan meningkatnya permintaan gas alam. “Dengan memaksimalkan potensi besar LNG di Indonesia, bukan saja mendukung transisi energi, tetapi juga bisa mendorong pertumbuhan investasi, apalagi Indonesia sudah memiliki jam terbang dalam produksi LNG," ujar Gunhar, seperti dilansirdari laman resmi DPR RI.

Baca Juga: Tekan Impor BBM, DPR Minta Pemanfaatan LNG Dioptimalkan
Amankan Pasokan, Jerman dan Polandia Ambil Alih Perusahaan Energi Rusia

Di sisi lain, ia menyayangkan potensi besar LNG belum secara serius dimanfaatkan dengan maksimal. Gunhar menilai pemerintah belum fokus memanfaatkan sumber daya alam tersebut, saat ditemukan titik-titik cadangan gas bumi baru di tanah air.

“Pemerintah seharusnya lebih fokus memanfaatkan potensinya besar gas bumi. Selain pilihan tepat demi transisi energi menuju net zero emission (NZE) pada 2060, LNG juga berpotensi menjadi sumber pendapatan besar devisa negara,” kata Legislator Dapil Sumatera Selatan II itu.