Harga Minyak Indonesia (ICP) November Turun Jadi 87,50 Dolar AS per Barel

Ilustrasi kilang minyak. (pixabay)

Editor: Yoyok - Kamis, 1 Desember 2022 | 18:15 WIB

Sariagri - Rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) bulan November 2022 turun menjadi 87,50 dolar Amerika Serikat (AS) per barel. Besaran ini turun 1,60 dolar AS per barel dari ICP bulan Oktober 2022 yang sebesar 89,10 dolar AS per barel.

Demikian salah satu laporan yang tercantum dalam Ringkasan Eksekutif Tim Harga Minyak Mentah Indonesia yang dipublikasikan, Kamis (1/12/2022).

Laporan tersebut juga menyebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan harga minyak mentah utama di pasar internasional, antara lain sinyal  Federal Reserve untuk menaikkan tingkat suku bunga  sebagai upaya untuk mengatasi inflasi, menyebabkan peningkatan nilai tukar dolar AS dan menurunkan minat investor pada pasar komoditas.

“Selain itu, peningkatan kasus Covid-19 di China  di mana tertinggi sejak Maret 2020, membuat  Pemerintah China memberlakukan kebijakan zero covid yang lebih ketat, menghasilkan aksi demonstrasi di beberapa wilayah China yang memprotes kebijakan zero covid Presiden Xi Jinping. Kondisi ini menyebabkan kekhawatiran pasar akan penurunan aktivitas ekonomi dan industri serta penurunan konsumsi minyak mentah di negara konsumen minyak mentah terbesar dunia,” demikian dikutip dari ringkasan tersebut.

Disebutkan juga permintaan minyak dunia diproyeksikan menurun. Merujuk laporan OPEC bulan November 2022, terdapat revisi penurunan proyeksi permintaan minyak mentah dunia untuk tahun 2022 sebesar 100 ribu barel per hari (bph) menjadi 99,57 juta bph.

Penurunan juga diproyeksikan IHS Markit dimana penurunan permintaan untuk tahun 2022 sebesar 200 ribu bph menjadi 99,4 juta bph.

Sementara terkait pasokan minyak mentah dunia, berdasarkan laporan OPEC bulan November 2022, pasokan minyak mentah Non-OPEC pada tahun 2022 diproyeksikan meningkat sebesar 1,90 juta bph menjadi 65,58 juta bph dibandingkan tahun 2021.

Faktor lainnya, berdasarkan Laporan Mingguan EIA (Energy Information Administration), terdapat peningkatan stok, terutama stok produk minyak AS pada bulan November 2022.

Stok gasoline naik sebesar 7,2 juta barel menjadi 213,8 juta barel. Sementara itu, stok distillate naik sebesar 5,8 juta barel menjadi 112,6 juta barel.

Selanjutnya, berdasarkan laporan OPEC bulan November 2022, terdapat penurunan tingkat pengolahan kilang global sebesar 960 ribu barel per hari  sebagai akibat dari puncak masa pemeliharaan kilang.

Baca Juga: Harga Minyak Indonesia (ICP) November Turun Jadi 87,50 Dolar AS per Barel
Minyak Stabil, Proposal Batasan Harga Rusia Redakan Kekhawatiran Suplai

Sedangkan untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh peningkatan kuota ekspor produk minyak China yang mengindikasikan surplus pada stok minyak mentah akibat melemahnya permintaan minyak mentah di negara tersebut.

Tim Harga Minyak Mentah Indonesia juga mencatat perkembangan harga minyak utama:

  • Dated Brent turun sebesar 1,66 dolar AS per barel dari 93,33 dolar AS per barel menjadi 91,67 dolar AS per barel.
  • WTI (Nymex) turun sebesar 2,64 dolar AS per barel  dari 87,03 dolar AS per barel menjadi 84,39 dolar AS per barel.
  • Brent (ICE) turun sebesar 2,74 dolar AS per barel dari 93,59 dolar AS per barel menjadi 90,85 dolar AS per barel.
  • Basket OPEC turun sebesar 3,57 dolar AS per barel dari 93,62 dolar AS per barel menjadi 90,05 dolar AS per barel.