Negara Ini Tiru Kebijakan Indonesia Soal Larangan Ekspor Tambang Mentah

Ilustrasi aktivitas pertambangan (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Minggu, 22 Januari 2023 | 16:00 WIB

Sariagri - Pemerintah tengah berfokus untuk menjalankan hilirisasi tambang di Indonesia. Presiden Joko Widodo atau Jokowi pun menyatakan larangan ekspor tambang mentah, kendati ditentang oleh beberapa negara.

Salah satu yang terbaru adalah larangan ekspor tambang mentah jenis bauksit mulai Juni 2023. Sebelumnya, Kepala Negara juga sudah melarang beberapa ekspor komoditas seperti bijih nikel yang dikecam oleh banyak negara. Diambilnya keputusan itu membuat Indonesia digugat oleh Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan dinyatakan kalah.

WTO memenangkan gugatan Uni Eropa atas Indonesia terkait kebijakan larangan ekspor bijih nikel Oktober 2022 lalu. Namun, kekalahan itu tak lantas membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) gentar. Bukannya mundur, Jokowi malah melanjutkan larangan ekspor pada bijih bauksit. Presiden Jokowi mengingatkan kepada jajaran untuk melakukan banding dan terus melakukan hilirisasi untuk bahan-bahan tambang lainnya.

"Enggak apa-apa kalah, saya sampaikan ke menteri, banding. Nanti babak yang kedua hilirisasi lagi bauksit," kata Jokowi beberapa waktu lalu.

Kebijakan larangan ekspor tambang mentah ini pun ditiru oleh Zimbabwe yang juga melakukan pelarangan ekspor mineral mentah, salah satunya ekspor lithium. Pemerintah Zimbabwe mengatakan telah kehilangan USD 1,7 miliar karena telah mengekspor sebagai mineral mentah dan tidak mengolahnya menjadi baterai di dalam negeri, dikutip dari The Zimbabwe Mall.

"Tidak boleh ada bijih yang mengandung lithium, atau lithium yang tidak dimanfaatkan yang boleh diekspor dari Zimbabwe ke negara lain kecuali dengan izin tertulis dari menteri," kata Menteri Pertamabangan Zimbabwe Winston Chitando.

Chitando mengatakan bahwa logam dasar seperti litium, nikel, kromium, mangan, tantalit, dan sejenisnya. Sehingga, semua mineral mentah ini harus diproses sebelum dikirim dan langkah kebijakannya segera berlaku.

Baca Juga: Negara Ini Tiru Kebijakan Indonesia Soal Larangan Ekspor Tambang Mentah
Perusahaan Rusia Mulai Kerjakan Proyek Minyak Mega Arktik

Dia menjelaskan bahwa para penambang sejak lama telah menyadari sikap pemerintah terhadap penambahan nilai yang didorong oleh visi ekonomi jangka panjangnya.

"Pemerintah sudah lama berbicara tentang penambahan nilai sehingga tidak ada orang di sini yang tidak sadar. Visi Presiden Emmerson Mnangagwa adalah industrialisasi ekonomi dan kita harus serius dalam hal penambahan nilai sehingga kita sepenuhnya melakukan industrialisasi ekonomi Zimbabwe," paparnya.