Program Biodiesel B40 Ditiadakan Tahun Ini

Pemerintah memasang target serapan biodiesel pada tahun 2012 mencapai 9,20 juta kilo liter.

Penulis: Yoyok, Editor: Redaksi Sariagri - Kamis, 14 Januari 2021 | 22:30 WIB

SariAgri - Pemerintah memastikan pengembangan program biodiesel dari campuran bahan bakar dengan kandungan 30 persen minyak nabati dan 70 persen minyak bumi atau B30 menjadi B40 tidak akan terjadi pada tahun ini. Alasannya, karena konsumsi bahan bakar minyak (BBM) selama pandemi Covid-19 berkurang.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana mengatakan bahwa pada tahun ini tidak terlihat adanya rencana untuk peningkatan dari program B30 menjadi B40.

"Per tahun ini saya tidak melihat adaya peningkatan dari B30 ke B40," katanya dalam paparannya, Kamis (14/1).

Dadan mengatakan kondisi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang berkurang selama pandemi Covid-19 menjadi salah satu pertimbangan untuk tidak meningkatkan program tersebut.

Di samping itu, secara keekonomian, pengembangan program B40 akan menjadi tidak masuk mengingat harga sawit yang sedang meningkat sehingga investasi tersebut menjadi pertimgbangannya.

Energi Terbarukan - Baca Juga: Teknologi Pertanian Pintar Dikembangkan untuk Tekan Biaya Produksi
Diversifikasi Luar Usaha, PTPN XI Kembangkan Museum Pisang

"B40 cukup tidak duitnya? Itulah salah satu tidak jadi B40 tahun ini selain secara konsumsi tidak tambah, tapi sekarang kan harga sawit sedang baik-baiknya secara keekonomian," ungkapnya.

Kendati demikian, secara teknik Kementerian ESDM terus mempersiapkan peningkatan program B40.

Baca Juga: Program Biodiesel B40 Ditiadakan Tahun Ini
Mahasiswa UNY Kembangkan Briket Dari Tongkol Jagung dan Daun Jati



Menurut Dadan, pemerintah tengah menyiapkan campuran biodiesel yang akan digunakan sebagai campurannya antara biodisel dan green diesel. Pemerintah juga telah menguji bahan bakar tersebut pada kendaraan dengan tes yang dilakukan di laboratorium selama 1.000 jam.

Selain itu, produsen telah menambah kapasitas terpasang pabrik menjadi 12,5 juta kiloliter. "Ini kan sudah diuji. Kita sudah ada calon bahan bakar dan komposisinya bagimana. Kita sudah juga lolos tes engine," jelasnya.

Berita Energi - Manfaat Energi Terbarukan Untuk Peternakan Ayam