EMI Jadi Anak Usaha PLN untuk Garap Energi Baru Terbarukan

Pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. PLN NTB mengungkapkan potensi pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di NTB tercatat sebesar 102.74 MW dengan berbagai macam sumber EBT yaitu air, angin, tenaga surya, biomassa, dan arus laut. (Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Penulis: Yoyok, Editor: Reza P - Kamis, 13 Mei 2021 | 23:00 WIB

SariAgri -  Bergabungnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Energy Management Indonesia (EMI) menjadi anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) merupakan akselerasi program transformasi PLN yang sudah berjalan. Hal ini akan memperkaya portofolio PLN sebagai perusahaan energi yang berwawasan lingkungan 

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini mengatakan bergabungnya EMI ke dalam anak usaha PLN merupakan tindak lanjut inisiatif strategis BUMN membentuk klaster di bidang energi guna memperbaiki kinerja dan meningkatkan nilai perusahaan.

"Masuknya EMI menjadi bagian PLN akan mengakselerasi program transformasi yang sudah berjalan. Hal ini akan memperkaya portofolio PLN sebagai perusahaan energi yang berwawasan lingkungan,” katanya dalam keterangan di Jakarta, kemarin. 

Salah satu langkah strategis PLN dalam mencapai target bauran energi ramah lingkungan adalah menjalankan co-firing biomassa pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Indonesia dan konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke pembangkit energi terbarukan.

“Kami optimis dengan portofolio EMI dalam pengelolaan biomassa. Konservasi energi akan mendukung pengembangan energi terbarukan yang dilakukan dalam program transformasi hijau,” kata Zulkifli.

EMI menjadi bagian PLN seiring dialihkannya seluruh saham Seri B Negara yang ada di perseroan kepada perusahaan listrik milik pemerintah.

EMI merupakan BUMN yang bergerak dalam bidang manajemen energi dan konservasi air, yang awalnya merupakan PT Konservasi Energi Abadi (Koneba) berdiri 1987 sebagai joint venture lima perusahaan industri pupuk, yaitu PT Pupuk Sriwijaya, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Kalimantan Timur, dan PT Petrokimia Gresik.

 Tahun 1993 status PT Koneba berubah menjadi BUMN melalui Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1993, dengan maksud untuk ikut serta melaksanakan program pemerintah melalui pemberian jasa konsultansi energi dan perekayasaan.

Baca Juga: EMI Jadi Anak Usaha PLN untuk Garap Energi Baru Terbarukan
Asyik, Penggunaan PLTS Atap Dapat Insentif dari Pemerintah

Dengan berkembangnya bidang usaha perusahaan ke arah pengelolaan energi, maka pada tanggal 12 Oktober 2006, PT Koneba berubah nama menjadi PT Energy Management Indonesia (EMI).

Ruang lingkup jasa dan kompetensi bisnis yang dimiliki oleh EMI, antara lain asesmen energi dan lingkungan, pembangkitan energi terbarukan, desalinasi air laut, hingga eksplorasi dan eksploitasi tambang batu bara menjadi gas metana.

Video Terkait