NTB Siap Ubah 1 Ton Sampah Plastik Jadi 600 Liter Solar Tiap Hari

Peresmian mesin pengolah sampah menjadi bahan bakar oleh investor dan Pemerintah Provinsi NTB. (Foto: Sariagri/Yongki)

Editor: M Kautsar - Minggu, 30 Mei 2021 | 12:00 WIB

SariAgri - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menggaungkan upaya menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi persoalan sampah di daerah. Salah satunya dengan meningkatkan industrialisasi sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis.

Melalui industrialisasi, kini NTB berhasil memanfaatkan sampah menjadi bahan bakar solar dengan menghadirkan mesin penghasil bahan bakar yang ramah lingkungan melalui sistem Pirolisis di Gedung Science dan Technology Industrial Park (STIP) Banyumulek, Lombok barat.

Direktur dan Project Manager PT. Geo Trash Management, Andrew Sinclair investor menjelaskanm mesin yang digunakan berbobot 2 ton, dan mampu mengolah sampah plastik sebanyak 1 ton menjadi 400-600 liter solar sehari. Mesin ini mampu beroperasi selama 8 jam, memanfaatkan tenaga PLN.

Kendati demikian, dalam waktu dekat pihaknya akan menghadirkan mesin berkapasitas 2 ton di tempat pembuangan akhir sampah TPA Kebun Kongo. Mesin itu diklaim mampu menghasilkan 12.000 liter solar dalam sehari.

"Hasil dari pengolahan sampah plastik akan menghasilkan Geo Disel atau solar yang setara Dexlie dengan standar Euro3," ungkap Andrew saat memaparkan pengolahan sampah jadi solar di STIP Banyumulek, Sabtu (29/5).

Kehadiran mesin pengolah sampah yang ramah dengan lingkungan ini, membutuhkan bahan baku dasar dari semua plastik. Seperti kantong kresek, plastik bungkusan permen dan jajan, steoroform, sandal bekas, ban bekas, dan jenis karet.

Sedangkan jenis plastik PET (Polyethylene terephthalate) dan PVC (Polyvinyl Chloride) tidak dimasukan dalam mesin. Dalam proses pirolisis ini akan menghasilkan cairan dan gas. Kemudian cairan ini akan diproses lagi untuk memisahkan air dan minyak berupa solar.

"Bahkan sisanya dari proses plastik dapat digunakan untuk bahan baku aspal dan ban. Sedangkan sisa gas ditangki filtrasi disaring dengan kramik. Sehingga udara yang keluar dari proses ini bersih tanpa polusi," ucap dia.

Selain itu, ketersediaan bahan baku ini sudah bekerja sama dengan bank sampah di NTB. Termasuk sumberdaya seperti perumahan-perumahan dan lingkungan tempat tinggal masyarakat sudah dikoordinasikan.

"Mesin pengolah sampah plastik dengan sistem Pirolisis jenis ini baru disatu-satunya didunia, dan dioperasikan di NTB Indonesia," ucap dia.

Kecintaannya terhadap lingkungan dan pariwisata, menjadi dasar Andrew memilih NTB untuk berinvestasi. Termasuk fokus dan keseriusan Pemerintah NTB dalam menyukseskan program zero waste serta keindahan destinasi wisatanya.

"Awalnya tanpa tahu tentang Lombok NTB, saya datang memanfaatkan dan menyelamatkan lingkungan NTB," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur, Sitti Rohmi Djalilah, mengapresiasi kehadiran mesin pengolahan sampah plastik ini. "Kami sangat senang dengan adanya mesin ini," kata Sitti.

Sitti mengatakan hampir semua masalah sampah ada hilirisasinya. Dia mengatakan, dengan tempat pengolahannya tujuan untuk menjadikan sampah sebagai bahan yang membawa berkah, perlahan dapat terwujud.

"Ayo masyarakat NTB jangan melihat sampah sebagai masalah, tapi kelola dengan memilah dan memilih sampah plastik," ucap dia.

Video Terkait