Keren! Pembangkit Tenaga Surya Terapung Terbesar di Dunia akan Dibangun di Batam

Ilustrasi Panel Surya. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 23 Juli 2021 | 16:30 WIB

SariAgri - Sunseap Group Singapura berencana menggelontarkan dana US$2 miliar untuk membangun pembangkit surya terapung dan sistem penyimpanan energi terbesar di dunia di Batam.

Pembangunan proyek yang akan menggandakan kapasitas energi terbarukan di kedua negara ini dipastikan setelah penandatanganan nota kesepahaman antara Sunseap Grup dan BP Batam dilaksanakan, Senin (19/7/2021).

Dalam pernyataannya pihak Sunseap mengatakan sistem fotovoltaik terapung ini direncanakan memiliki kapasitas 2,2 gigawatt-peak (GWp), dan akan berlokasi di Waduk Duriangkang di Pulau Batam dengan luas sekitar 1.600 hektar.

"Proyek tunggal ini akan menggandakan seluruh portofolio kami, yang lebih penting lagi membangun kemampuan kami menuju proyek penyimpanan energi dan surya skala besar," kata Frank Phuan, salah satu pendiri dan kepala eksekutif Sunseap kepada Reuters.

“Tata surya terapung akan sangat membantu mengatasi kendala lahan yang dihadapi bagian perkotaan di Asia Tenggara dalam memanfaatkan energi terbarukan,” kata Phuan.

Melansir Asia One, Sunseap Group adalah pengembang, pemilik, dan operator sistem energi surya di Singapura, dengan lebih dari 2000 MegaWatt-peak (MWp) proyek energi surya dikontrak di seluruh Asia. Pada bulan Maret, perusahaan ini menyelesaikan sistem fotovoltaik terapung lima MegaWatt-peak di lepas pantai Singapura di sepanjang Selat Johor.

Baca Juga: Keren! Pembangkit Tenaga Surya Terapung Terbesar di Dunia akan Dibangun di Batam
Keren! Jalan Tol Khusus Sepeda Ini Mampu Hasilkan Listrik



Pembangunan proyek, yang akan dibiayai melalui utang bank dan modal Sunseap, akan dimulai pada 2022 dan direncanakan selesai pada 2024. Menurut Sunseap, energi yang dihasilkan dan disimpan akan memasok energi surya non-intermiten sepanjang waktu.

Sebagian energi hijau akan dikonsumsi di Batam, sedangkan sisanya berpotensi diekspor ke Singapura sekitar 50 kilometer melalui kabel bawah laut. Batam saat ini memiliki total kapasitas pembangkit listrik 540MW dari pembangkit gas, uap dan diesel, menurut situs web BP Batam.

"Investasi Sunseap ini akan menjadi dorongan tepat waktu bagi industri Batam karena mereka berusaha mengurangi jejak karbon dari operasi mereka," kata Muhammad Rudi, ketua BP Batam dalam pernyataannya.

Video Terkait