Kekurangan Pasokan Listrik, Sejumlah Industri di Cina Berhenti Produksi

Ilustrasi - Batu bara.(Pixabay)

Editor: M Kautsar - Minggu, 3 Oktober 2021 | 08:00 WIB

Sariagri - Kekurangan pasokan listrik di Cina selama berminggu-minggu telah menghentikan produksi di beberapa pabrik di pusat industri utama di pantai timur dan selatan, termasuk yang memasok pabrik Apple dan Tesla. Turunnya pasokan listrik diantaranya didorong oleh pengetatan pasokan batu bara dan standar emisi.

Dilaporkan Beijing News, toko-toko dan mal di timur laut, yang hanya diterangi cahaya lilin, tutup lebih awal karena dampak ekonomi akibat tekanan listrik yang memburuk. Tingginya permintaan dari produsen dan industri semakin memperburuk kekurangan listrik dengan mendorong harga batu bara ke rekor tertinggi.

Industri baja, aluminium dan semen juga terpukul keras oleh pembatasan produksi, dengan sekitar 7 persen kapasitas produksi aluminium ditangguhkan dan penurunan 29 persen dalam produksi semen nasional, tulis analis Morgan Stanley, Senin.

Menurut analis Morgan Stanley, kertas dan kaca bisa menjadi industri berikutnya yang menghadapi gangguan pasokan. Produsen bahan kimia, pewarna, furnitur dan kedelai juga terkena dampaknya.



Media pemerintah melaporkan, penjatahan telah dilakukan selama jam sibuk di banyak wilayah timur laut Cina sejak pekan lalu, dan penduduk kota, termasuk Changchun, mengatakan pemadaman listrik terjadi lebih cepat dan berlangsung lebih lama.

Pada hari Senin, State Grid Corp berjanji untuk memastikan pasokan listrik dasar dan menghindari pemadaman listrik. Sementara itu, Administrasi Energi Nasional telah memberi tahu perusahaan batu bara dan gas alam untuk menjamin bahwa pasokan energi yang cukup dipertahankan untuk menjaga rumah tetap hangat selama musim dingin mendatang.

China telah berjanji untuk mengurangi intensitas energi, jumlah energi yang dikonsumsi per unit pertumbuhan ekonomi, sekitar 3 persen pada tahun 2021 untuk memenuhi tujuan iklimnya. Fokusnya pada intensitas energi dan dekarbonisasi sepertinya tidak akan berkurang, kata para analis, menjelang pembicaraan iklim COP26, yang akan diadakan pada bulan November di Glasgow ketika para pemimpin dunia akan menyusun agenda iklim mereka.

Dampak dari kekurangan listrik telah mendorong beberapa analis untuk menurunkan prospek pertumbuhan 2021 mereka. Analis Morgan Stanley mengatakan pengurangan produksi, jika berkepanjangan, dapat mengurangi pertumbuhan PDB Cina pada kuartal keempat sebesar 1 poin persentase.

Pekan lalu, produsen batubara utama di Cina bertemu untuk mencoba dan mengatasi kekurangan dan mengekang kenaikan harga.

Baca Juga: Kekurangan Pasokan Listrik, Sejumlah Industri di Cina Berhenti Produksi
PLTU Mulut Tambang Terbesar di Indonesia Capai 89 Persen



Cina, konsumen energi terbesar di dunia dan sumber gas rumah kaca pemanasan iklim, berencana membawa emisi karbon ke puncaknya pada tahun 2030 dan kemudian menurun hingga mencapai nol bersih pada tahun 2060.

Video Terkait