Lebih Dekat dengan DME, Energi Pengganti LPG

Proses penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial atau bahan campuran batubara di PLTU.

Penulis: Yoyok, Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 17 November 2021 | 17:50 WIB

Sariagri - Rencana pemerintah mendorong program subtitusi Liquified Petroleum Gas (LPG atau elpiji) dengan Dimethyl Ether (DME) kian pasti. Sekalipun program energi terbarukan ini ditargetkan rampung tahun 2035, namun sudah ada investor yang berniat bangun hilirisasi batubara rendah kalori menjadi produk DME.

“Sudah ada perusahaan asal Amerika Serikat, Air Products, yang akan melakukan hilirisasi batubara rendah kalori menjadi produk Dimethyl Ether (DME),” kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, beberapa waktu lalu.

Bahlil menegaskan dengan adanya program DME beban impor LPG jadi berkurang. “DME ini harganya lebih murah. Jadi, substitusi impor dapat, kedaulatan energi perlahan bisa kita dorong, kemudian, neraca perdagangan bisa kita jaga. Dan tentu tentu ini akan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dan nilai tambah," ujarnya.

Guna mengetahui energi pengganti LPG, berikut sejumlah fakta tentang DME yang diperoleh dari berbagai sumber:

  1. DME berasal dari batubara berkalori rendah

DME merupakan hasil olahan atau pemrosesan dari batubara berkalori rendah. Program gasifikasi batubara atau DME, dapat meningkatkan nilai tambah batubara. Sebenarnya, proses gasifikasi batu bara tidak hanya menghasilkan DME, melainkan juga bahan bakar lain dan bahan baku industri kimia.

  1. Karakteristik DME

DME merupakan senyawa bening, tidak berwarna, yang ramah lingkungan dan tak beracun. Senyawa ini mempunyai kemiripan dengan komponen elpiji. Namun, panas yang dihasilkan oleh DME sedikit lebih rendah dibandingkan LPG. DME terdiri dari propan dan butana, sehingga penanganannya dapat diterapkan seperti gas elpiji.

  1. Sumber DME

DME berasal dari berbagai sumber, baik bahan bakar fosil maupun yang dapat diperbarui. Diklaim tak merusak ozon, DME tidak menghasilkan particulate matter (PM) dan NOx, tidak mengandung sulfur, dan mempunyai nyala api biru. DME mempunyai kesetaraan energi dengan LPG berkisar 1,58-1,76, dengan nilai kalor atau panas sebesar 30,5 MJ per kg.

  1. Kegunaan DME

DME awalnya digunakan sebagai solvent, aerosol propellant, dan refrigerant. Seiring waktu, DME sudah banyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, keperluan rumah tangga, dan genset. DME di Indonesia diproyeksikan menjadi substitusi dari gas elpiji yang selama ini digunakan dalam kebutuhan sehari-hari.

  1. Efisiensi DME
Baca Juga: Lebih Dekat dengan DME, Energi Pengganti LPG
Anak Usaha PLN Sulap Sampah Jadi Bahan Bakar PLTU

Uji coba yang dilakukan, efisiensi kompor LPG berkisar 53,75-59,13 persen dan efisiensi kompor DME sekitar 64,7-68,9 persen. Sebagai tambahan informasi, proyek coal to DME dilakukan oleh PT Bukit Asam yang bekerjasama dengan PT Pertamina dan Air Conduct di Tanjung Enim, Sumatera Selaan. Sesuai rencana, proyek gasifikasi batubara akan mengonsumsi 6 juta ton batubara per tahun, dengan target produksi DME sebesar 1,4 juta ton per tahun.

  1. Harga DME

Sejauh ini belum ditetapkan harga pasti penjualan DME. Adapun biaya produksi DME terdiri atas tiga komponen biaya, yaitu biaya pasokan batubara, biaya pemrosesan (gasifikasi), dan biaya transportasi. Kendati begitu, disebutkan bahwa batas atas harga DME tak boleh melampaui harga LPG saat ini, tetapi juga tidak terlalu rendah.

Video Terkait