Mahasiswa Unair Sulap Jelantah Jadi Bahan Bakar Memask Ramah Lingkungan

Bahan bakar berbasis jelantah minyak goreng kreasi mahasiswa Unair. (Foto Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Kamis, 6 Januari 2022 | 16:10 WIB

Sariagri - Untuk mengantisipasi menipisnya ketersediaan bahan bakar fosil akibat eksplorasi tinggi mendorong tim mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur berinovasi dengan menciptakan bahan bakar ramah lingkungan. Kreasi itu dibuat lima mahasiswa yang tergabung dalam Tim Gelatah yakni Abdul Rohman, Vita Amaiya H, Pradayan Adli, Zafirah Haezah Hazrati Muftin, dan Nina Valerina.  

Tim ini menggagas ide memproduksi sumber energi terbarukan berasal dari minyak jelantah. Dalam praktiknya, tim mengajak masyarakat untuk berkontribusi menjaga bumi dengan menggunakan produk yang ramah lingkungan.

“Kami ingin membantu masyarakat untuk tidak selalu bergantung pada SDA yang tidak terbarukan,” tutur ketua tim, Abdul Rohman dalam keterangan resmi kepada Sariagri, Kamis (6/1).

Menurut Rohman, selama ini minyak goreng bekas pakai yakni jelantah menjadi limbah rumah tangga atau industri yang belum dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Limbah minyak goreng bekas pakai ini akan sangat membahayakan bagi kelestarian makhluk hidup di bumi jika dibuang sembarangan.

Dalam ide bisnis mereka, minyak jelantah diolah menjadi bahan bakar yang dapat digunakan untuk memanaskan makanan. Bahan bakar tersebut cocok digunakan dalam skala rumah tangga, bisnis makanan dan minuman, juga untuk para pecinta alam.

“Tidak melulu tentang uang, bisnis kami juga menguntungkan bagi masyarakat untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan kondisi lingkungan yang jauh lebih baik,” bebernya.

Mahasiswa Akuntansi angkatan 2020 itu menuturkan mereka berkomitmen untuk membuat alternatif bahan bakar yang tidak hanya murah, namun juga ramah lingkungan.

Berbekal ilmu syariah dan pengalaman di bidang bisnis syariah, tim dapat lebih mudah dalam menjelaskan fiqih muamalah dari bisnis yang dibuat. Atas inovasi ini, Rohman bersama Tim Gelatah berhasil meraih juara II Youth Sharia Sociopreneurship Competition (YSSC) akhir 2021 kemarin. 

“Tidak ada kata menyerah dalam kamus kami. Meskipun sempat dibingungkan serta terguncang saat babak final, namun alhamdulillah atas izin Allah kami mendapatkan juara 2 Nasional YSSC,” ungkapnya.

Baca Juga: Mahasiswa Unair Sulap Jelantah Jadi Bahan Bakar Memask Ramah Lingkungan
Gubernur Jabar Ajak Warga Hijrah dari Motor Bensin ke Motor Listrik

Ke depannya, ide bisnis Tim Gelatah akan diinkubasi dan lebih disempurnakan lagi. Inkubator Universitas Airlangga dan BPBRIN Unair sangat mendukung untuk segera merealisasikan ide usaha tersebut. Harapannya usaha akan memberikan kebermanfaatan kepada bumi, masyarakat, dan negara.

“Saat ini bisnisnya sudah sampai tahap produksi melalui laboratorium yang disediakan oleh Inkubator UNAIR dan siap dipasarkan,” tutupnya.

Video Terkait